Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

FK Undip Semarang Minta Maaf, Akui Ada Bullying di PPDS Anestesi

Nibros Hassani • Sabtu, 14 September 2024 | 01:55 WIB
Logo Undip. Foto: undip.ac.id
Logo Undip. Foto: undip.ac.id

RADAR KUDUS - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengakui adanya bullying dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi.

Hal itu disampaikan Dekan FK Undip Yan Wisnu Prajoko pada Jumat (13/9/2024) dalam keterangan pers bersama RSUP Kariadi dan perwakilan Komisi IX DPR RI.

Baca Juga: Munculnya Awan Tsunami, Ini Dampak Yang Akan Ditimbulkan,Apa Saja?

Baca Juga: Terbaru, Kuasa Hukum Dokter Aulia PPDS Yakin ada Calon Tersangka dari Kasus yang Telah Dilaporkan ke Kepolisian

Dalam keterangannya, pihak yang sebelumnya sempat menyangkal adanya perundungan/perundungan tersebut, menyadari serta mengakui bahwa di dalam sistem "PPDS dan di internal" telah terjadi praktik-praktik atau kasus-kasus perundungan.

Bullying dalam program PPDS tersebut, katanya, terjadi "dalam berbagai bentuk, dalam berbagai derajat, dalam berbagai hal".

Baca Juga: Dokter PPDS Aulia Risma Sempat Kunjungi ICU sebelum Meninggal, Ini Kata Kuasa Hukum Keluarga

Baca Juga: Viral, Hotman Paris Tanggapi Bullying PPDS: Dokter Sering Mengkritik Pengacara, tapi Ternyata Dunianya Lebih Kotor

Pihaknya juga berharap Arahan dari banyak pihak agar mereka bisa melakukan pembenahan. Sehingga, pemerintah dapat memberikan izin kepada Undip untuk melanjutkan pendidikan dokter spesialis.

Tak hanya FK Undip, RSUP Kariadi juga ikut meminta maaf dan mengaku bertanggung jawab atas terjadinya perundungan di lingkungan PPDS Anestesi.

Baca Juga: Sempat Muntah Darah, Ayah Dokter Aulia Risma PPDS Wafat di RSCM Jakarta

Baca Juga: Cerita Calon Dokter Spesialis yang Resign dari PPDS: Pernah Dipukul, Ditendang, Ditampar dan Dilempar Pakai Botol di depan Pasien

RSUP Kariadi, melalui Direktur Layanan Operasi Mahabara Yang Putra mengungkapkan juga bertanggung jawab atas terjadinya bullying di lingkungan RS tersebut.

Mahabara berharap, hal tersebut juga bisa menjadi momentum bagi RSUP Kariadi untuk evaluasi dan melakukan perbaikan untuk masa depan.

Baca Juga: Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Usulkan Audit Beban Kerja PPDS di Rumah Sakit Imbas Kasus Meninggalnya Dokter PPDS Undip

Baca Juga: Soal Temuan Uang Diluar PPDS, Kemenkes Sebut Tanggungan Biaya Seperti Investasi bagi Senior di Semester Berikutnya

Setelah kabar ini tayang, banyak reaksi dari netizen soal pengakuan bullying tersebut.

Netizen juga bertanya kenapa baru mengakui bullying tersebut setelah kasus tersebut viral dan berlarut-larut.

Baca Juga: Cerita Dokter yang Resign dari PPDS: Bullying Masih Terjadi Bahkan Setelah Lulus, Ada Senior yang Menghalangi Junior untuk Dapat Kerja

Baca Juga: Perkara Kasus Bully Dokter Undip di PPDS Undip: Polisi Segera Gelar Perkara dan Menkes Budi Gunadi Sadikin Merasa Prihatin

"Setelah melewati berbagai drama baru minta maaf? Ini urusan nyawa loh . Terus dengan entengnya permohonan agar penangguhan PPDS dicabut dengan dalih agar kami dapat memberikan sumbangsih ke negara .." tulis akun @ylia****.

"Sehat sehat deh buat PPDS seluruh Indonesia" tulis akun @tanzili***.

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#viral di medsos #Dokter Aulia Risma Lestari #bullying dokter #FK Undip #undip #ppds #berita hari ini