RADAR KUDUS - Jenderal TNI (Purn.) Andika Perkasa dan mantan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi), melakukan kunjungan ke Kabupaten Rembang pada Minggu (8/9).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda silaturahmi ke ndalem KH Mustofa Bisri, yang lebih dikenal sebagai Gus Mus, seorang ulama besar di Jawa Tengah.
Sebelum bertemu dengan Gus Mus, keduanya menghadiri Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) PDI-P di kantor DPC PDI-P Rembang pada pukul 10.00 WIB.
Didampingi Istri dan Tokoh PDI-P
Dalam kunjungan ini, Andika dan Hendi tidak datang sendiri.
Mereka didampingi oleh istri masing-masing. Andika hadir bersama Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono, sementara Hendi bersama Krisseptiana atau yang akrab disapa Tia Hendi.
Kedua pasangan ini juga ditemani oleh Ketua DPC PDI-P Rembang, Ridwan, dalam perjalanannya. Kehadiran mereka di ndalem Gus Mus, Kelurahan Leteh, Rembang, disambut oleh menantu Gus Mus, Wahyu Salvana, sebelum kemudian bertemu langsung dengan sang ulama di ruang tamu.
Momen Pertemuan dengan Gus Mus
Kedatangan Andika dan Hendi di ndalem Gus Mus disambut dengan hangat. Mereka mengenakan seragam PDI-P berwarna merah dan celana hitam, yang mengesankan semangat dan keberanian.
Dalam pertemuan tersebut, Andika dengan ramah menanyakan kesehatan Gus Mus, sementara Hendi memperkenalkan istri Andika dan istrinya sendiri kepada sang ulama.
Gus Mus menyambut dengan humor dan berkata, "Alhamdulillah, merah berarti berani," menandakan bahwa warna seragam mereka mengandung makna keberanian.
Pertemuan ini berlangsung dengan hangat, meskipun hanya para tamu yang diperbolehkan hadir di dalam ruangan, sementara awak media hanya diberi kesempatan untuk mengabadikan momen sebelum diminta keluar.
Agenda Silaturahmi dan Pesan Gus Mus
Kunjungan Andika dan Hendi ini merupakan bagian dari agenda silaturahmi untuk "sowan" atau berkunjung kepada para sesepuh dan tokoh agama di Jawa Tengah.
Dalam wawancaranya dengan media, Andika menyatakan rasa hormatnya kepada Gus Mus yang telah meluangkan waktu untuk menerima kunjungan mereka.
Meskipun Andika tidak secara gamblang menyebutkan isi pesan yang diberikan Gus Mus, ia menyampaikan bahwa pesan tersebut sangat bijak dan memberikan doa agar segala sesuatu yang dijalani penuh manfaat dan barokah.
Harapan Andika untuk Suasana Kondusif
Andika mengungkapkan harapannya agar suasana politik di Jawa Tengah tetap adem dan kondusif, terutama menjelang kontestasi politik yang akan datang.
Ia menekankan pentingnya menawarkan gagasan-gagasan positif kepada masyarakat.
Andika berharap bahwa masyarakat Jawa Tengah dapat diberikan lebih banyak pilihan yang baik sehingga kompetisi politik ini dapat memperkaya demokrasi di wilayah tersebut.
Gus Mus sebagai Tokoh Berpengaruh
Kunjungan ini menegaskan posisi Gus Mus sebagai tokoh berpengaruh tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi juga di Indonesia secara umum.
Sebagai seorang ulama yang dihormati, silaturahmi dengan beliau menunjukkan pentingnya dukungan moral dan spiritual dalam kontestasi politik.
Kunjungan Andika dan Hendi ini menjadi salah satu langkah penting dalam membangun hubungan dengan tokoh agama, guna mendapatkan nasihat dan doa untuk keberkahan dalam menjalani proses politik di masa mendatang.
Melalui pertemuan hangat ini, Andika dan Hendi berusaha menjalin hubungan yang lebih baik dengan para pemuka agama serta masyarakat, diiringi harapan agar suasana tetap damai dan memberikan pilihan terbaik untuk rakyat.