Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Viral, Hotman Paris Respon Bullying PPDS: Dokter Sering Mengkritik Pengacara, tapi Ternyata Dunianya Lebih Kotor

Nibros Hassani • Kamis, 5 September 2024 | 18:32 WIB
Hotman Paris fasilitas pelaporan bagi korban bullying melalui Hotman 911 di Instagramnya @hotmanparisofficial
Hotman Paris fasilitas pelaporan bagi korban bullying melalui Hotman 911 di Instagramnya @hotmanparisofficial

RADAR KUDUS – Pengacara kondang Hotman Paris turut merespon kasus bullying di dunia Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Ia turut merasa sedih dengan kasus yang ada.

Ia juga mengaku heran dengan para dokter yang sering mengkritik pengacara tapi nyatanya dunia kedokteran, kata Hotman, lebih kotor.

Hal ini ia ungkapkan saat menjadi pembawa acara dalam program TV Hotroom yang diunggah pada Rabu (4/9/2024).

Baca Juga: Viral, Dokter Aulia Risma PPDS Dipalak Rp 20-40 juta per Bulan di Luar Biaya Pendidikan Resmi, Begini Kata Kemenkes

Dalam acara itu, Hotman Paris ia menanyakan beberapa narasumber termasuk dari korban bullying dan Kementrian Kesehatan.

Wildan Ahmad, salah satu mantan calon PPDS yang kemudian mengundurkan diri bercerita dirinya menjadi korban bullying saat masih di PPDS. Ia bersama mengaku pernah diminta push up oleh dokter senior saat tengah malam bersama dengan dokter lainnya.

Baca Juga: Cerita Dokter yang Resign dari PPDS: Bullying Masih Terjadi Bahkan Setelah Lulus, Ada Senior yang Menghalangi Junior untuk Dapat Kerja

“Pernah jam 1 atau sekitar jam 2 malam kami disuruh push up 100-200 kali. Kalo gak bisa dilanjut sampai bisa. Diminta guling-guling di lapangan yang udah beres hujan gitu lapangan, diberdirikan di satu kaki. Dalam dua jam pernah,” jelasnya.

Selain itu, Wildan juga bercerita dirinya diminta masuk ke toilet dan dipukul oleh seniornya.

“Gongnya itu ya pas dimasukkan ke toilet dan kena pukulan. Terus ada senior masuk, tampar wajah dan pukul kepala saya,” jelas Wildan.

Baca Juga: Kemenkes Lakukan Investigasi di RS Kariadi Buntut Kasus Bunuh Diri Dokter PPDS FK Undip yang Diduga Dibully Senior

Hotman Paris lalu menanyakan bagaimana kejadian itu bisa terjadi selama ini.

“Selama ini kalian sering mengkritik pengacara, tapi ternyata dunia kalian lebih kotor dari pengacara,” kata Hotman lalu mengajak para dokter yang mendapat bullying untuk bisa melaporkan diri ke lembaga hukum Hotman Paris bila mengalami hal serupa.

“Nanti saya viralkan biar pejabat-pejabat pada tahu,” kata Hotman.

Baca Juga: Ternyata! Ini Jaringan Bisnis dan Kekayaan Kuncoro Wibowo, Pemilik Lisensi Ace Hardware Indonesia

Selain kekerasan fisik, dalam pernyataan Kemenkes yang diwakili Siti Nadia Tarmizi dalam acara tersebut, diceritakan bahwa ada terdapat banyak pelecehan seksual yang dilaporkan ke Kemenkes. Salah satunya termasuk pelecehan verbal yang dilakukan oleh dokter senior.

“Ada pemanggilan istilah yang tidak wajar, mohon maaf ya, dipanggil lonte. Ini dilakukan oleh seniornya, jadi lebih kepada kakak kelasnya,” kata Siti Nadia.

Lalu Hotman Paris merespon,

“Jadi gimana, kita bisa berharap nggak dokter spesialis itu ada mutu kalau begini?,” kata Hotman.

Baca Juga: 25 Link Untuk Beli E-Meterai Jika di Peruri Habis, Syarat Pendaftaran CPNS 2024

“Ya tentunya pertama, mungkin ini warisan ya bang jadi harus kita putuskan,” kata Siti Nadia.

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#Hotman Paris 911 #bullying dokter #dokter bunuh diri #undip #ppds #hotman paris #hotroom hotman paris #kemenkes