Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Waspada Potensi Banjir di Bulan September yang Diakibatkan La Nina, Ini Penjelasan dan Daftar Daerah Terdampak

Zakarias Fariury • Senin, 2 September 2024 | 17:11 WIB
Kondisi Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Maluku Utara, pasca-banjir bandang akibat hujan lebat yang terjadi pada Minggu (25/8/2024) pukul 03.30 WIT. (Foto: BNPB)
Kondisi Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Maluku Utara, pasca-banjir bandang akibat hujan lebat yang terjadi pada Minggu (25/8/2024) pukul 03.30 WIT. (Foto: BNPB)

RADAR KUDUS - Pada bulan September ini, sejumlah wilayah di Indonesia yang terletak di utara garis khatulistiwa menghadapi ancaman banjir akibat prediksi kemunculan fenomena La Nina.

Fenomena ini diperkirakan akan menyebabkan curah hujan yang sangat tinggi, berpotensi menimbulkan banjir di berbagai daerah.

La Nina adalah fenomena iklim yang terjadi ketika suhu permukaan laut di kawasan tropis Samudra Pasifik turun lebih dari 0,5 derajat Celsius dari kondisi normal.

Dampak utama dari La Nina adalah curah hujan yang berlebihan, yang dapat mengakibatkan banjir.

Sebaliknya, fenomena El Nino, yang ditandai dengan suhu tinggi di atas 0,5 derajat Celsius, sering kali menyebabkan kekeringan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperkirakan bahwa fenomena La Nina dengan intensitas lemah akan muncul pada akhir Agustus dan akan berdampak terutama pada wilayah timur Indonesia.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengungkapkan bahwa laporan dari Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menunjukkan bahwa fenomena ini sudah mulai terbentuk.

"Pak Deputi ini sudah melaporkan bahwa akhir Agustus ini La Nina akan mulai muncul di beberapa wilayah Indonesia yang berpotensi terdampak," ujarnya saat ditemui di kantornya di Jakarta pada Selasa (20/8).

Menurut laporan terbaru dari Badan Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA), saat ini kondisi El Nino Southern Oscillation (ENSO), yang mencakup anomali iklim El Nino dan La Nina, berada dalam kondisi netral.

NOAA mencatat bahwa La Nina memiliki kemungkinan besar untuk terjadi pada periode September hingga November, dengan probabilitas mencapai 66 persen.

Selain itu, potensi perkembangan La Nina ini diperkirakan akan meningkat pada akhir tahun 2024 hingga awal 2025, dengan kemungkinan mencapai 74 persen antara November dan Januari.

NOAA juga menyatakan bahwa Status Sistem Peringatan ENSO saat ini berada dalam kategori "La Nina Watch," menandakan adanya pengamatan terhadap potensi kemunculan La Nina.

"Kondisi netral ENSO sedang berlangsung, dan diperkirakan akan terus berlanjut beberapa bulan ke depan. La Nina memiliki peluang muncul selama September-November dengan kemungkinan 66 persen, dan akan berlanjut sepanjang musim dingin Belahan Bumi Utara 2024-25 dengan peluang 74 persen," kata lembaga tersebut.

Data terbaru mengenai suhu permukaan laut (SST) di zona-zona ENSO menunjukkan penurunan suhu di beberapa wilayah:

BMKG mencatat bahwa kemunculan La Nina dengan intensitas lemah ini akan berdampak terutama pada wilayah timur Indonesia dan daerah di utara garis khatulistiwa.

"Sehingga nanti di akhir Agustus, awal September akan ada beberapa bagian wilayah yang mengalami peningkatan curah hujan," jelas Dwikorita.

Dia menambahkan, "La Nina lemah ini akan menyebabkan peningkatan curah hujan maksimal sekitar 10 persen di beberapa wilayah, terutama yang dekat dengan timur-utara."

Walaupun La Nina belum sepenuhnya terbukti, BMKG dalam laporan Prakiraan Daerah Potensi Banjir periode September 2024 mengungkapkan sejumlah daerah yang berpotensi terendam banjir dengan tingkat potensi rendah hingga menengah, khususnya di kawasan timur dan utara Indonesia. Berikut adalah daftar daerah yang berpotensi terdampak banjir:

Aceh

Sumatera Utara

Riau

Kepulauan Riau

Sumatera Barat

Jambi

Bengkulu

Sumatera Selatan

Jawa Barat

Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Kalimantan Timur

Kalimantan Utara

Sulawesi Utara

Sulawesi Tengah

Sulawesi Barat

Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

Maluku

Maluku Utara

Papua Barat

Papua

Dengan potensi curah hujan yang meningkat, masyarakat di daerah-daerah tersebut diimbau untuk waspada dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terjadinya banjir. BMKG akan terus memantau perkembangan fenomena ini dan memberikan informasi terkini untuk membantu masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#apa la nina #apa itu la nina #banjir #kapan la nina #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #la nina #penyebab la nina #bmkg