RADAR KUDUS – Laman pendaftaran Universitas Diponegoro (Undip) dikabarkan tengah dibobol (hack) oleh pihak luar kampus.
Karena adanya peretasan, nama-nama program studi (prodi) yang tercantum dalam pengumuman penerimaan peserta yang lolos seleksi ujian mandiri berubah.
Ada nama program studi (prodi) yang berubah menjadi “S1 Cek Khodam” menjadi S1 Ternak Lele.
Baca Juga: 44 Orang Meninggal di RSJ karena Mabuk Kecubung, 2 Di Antaranya Meninggal Dunia
Baca Juga: Rapat dengan DPR, PLN Ajukan Rp3 Triliun PMN 2025 untuk Bangun Kelistrikan Daerah Terpencil
Kejadian ini pun menjadi trending di jagat Twitter (11/7), mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) mengunggah tangkapan layar (screenshot) pengumuman kelulusan pendaftaran.
Menariknya, nama program studi yang dipilih berubah menjadi sejumlah jurusan dengan nama-nama yang unik.
Seperti yang diunggah dalam akun fess SBMPTN di x. Nama-nama program studi itu dirubah menjadi: S1 Cek Khodam, S1 Panjat Pinang, S1 Teknik Ping pong, S1 Horas Bah.
Baca Juga: Imam Besar Al Azhar Mesir Sowan ke Indonesia, Ini Tujuannya
Ada juga akun yang melaporkan ada prodi yang berubah seperti S1 Teknik Kaya, S1 Adu Ayam, hingga S1 Tukang Nyanyi di Kamar Mandi.
Atas kejadian ini, pihak kampus telah mengeluarkan pengumuman.
Ini juga terlihat dari akun Instagram resmi Universitas Diponegoro undip.official, yang ditandatangani oleh Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. rer. Bahasa Inggris Heru Susanto.
Pada poin 3 pengumuman itu, tertulis:
“Bahwa diperkirakan pada tanggal 11 Juli pukul 02.00 WIB situs sebagaimana dimaksud…mendapatkan gangguan dari pihak eksternal yang mengubah nama program studi yang telah diunggah..” jelasnya.
Pihak kampus juga menegaskan kepada mahasiswa untuk tidak panik karena hasil kelulusan akan tetap sama dan tidak berubah.
“Data tidak akan mengalami perubahan dan akan tetap sama dengan yang telah diisi pada saat pendaftaran” tulis pengumuman tersebut.
Dalam keterangan tertulisnya, pihak kampus mengaku tengah menyelesaikan permasalahan tersebut.
Sementara itu, warga net turut mengomentari kejadian ini.
Baca Juga: Ada Masalah Apa? Dekan FK UNAIR Surabaya Tiba-tiba Diberhentikan, Ini Penjelasan Pihak Kampus
Mereka juga meminta pihak kampus memperkuat web agar tidak terjadi hal yang sama lagi.
Diduga web kampus kebanyakan lemah dan mudah diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Editor : Noor Syafaatul Udhma