SURABAYA- Disinyalir telah lama menolak kehadiran dokter asing di Indonesia, Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga, Prof. Dr. dr. Budi Santoso akhirnya diberhentikan.
Kabar pemberhentian ini juga dikonfirmasi oleh Humas kampus.
Baca Juga: Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari Ucap Syukur Usai Dipecat, Ini Alasannya
Baca Juga: Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari Diduga Sempat Minta Video Desta dan Vincent untuk Dikirim ke Pengadu
Pemberhentiannya resmi tertanggal 3 Juli 2024. Pihak Humas kampus menyatakan telah mengapresiasi dedikasi dan kontribusi yang telah dilakukan Prof Budi.
Sebelumnya diberitakan, Prof Budi sempat mendapat panggilan karena penolakannya terhadap program Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Baca Juga: Simak! 5 Larangan dan Mitos Malam 1 Suro : Dilarang Menikah Hingga Keluar Rumah
Atas pencopotan ini, banyak pihak menolak dugaan pemberhentian secara sepihak ini hingga berencana menggelar aksi massa pada Kamis siang (4/7) di Patung FK UNAIR.
Aksi massa meminta agar kampus mau mengembalikan Prof Budi Santoso (yang kemudian mengangkat Prof BUS) sebagai dekan FKUA.
Baca Juga: Hadirkan Energi Bersih di IKN, Menteri BUMN Apresiasi Gerak Cepat PLN
Baca Juga: Waspada Penipuan Berkedok QRIS Palsu, BRI Minta Masyarakat Jaga Keamanan Transaksi Lewat BRIMerchant
Sementara itu, pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaku pencopotan Dekan tidak terkait dengan Kemenkes.
Dalam wawancara dengan media, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, Kemenkes tidak terlibat dalam penjaringan Dekan FK Unair dari jabatannya.
Baca Juga: Konser Bruno Mars di JIS Jakarta Disambut Boikot dari Penggemar: Ia Pernah Deklarasi Cinta Tel Aviv
Ia menegaskan hal tersebut merupakan keputusan internal kampus dan menjadi pejabat Rektor UNAIR.
Editor : Noor Syafaatul Udhma