Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Teori Konspirasi Akhir Zaman Hingga Nabi Yunus Jelang Gerhana Matahari Total 8 April 2024

Dzikrina Abdillah • Senin, 1 April 2024 | 20:25 WIB
ILUSTRASI Gerhana Matahari Total.
ILUSTRASI Gerhana Matahari Total.

RADAR KUDUS - Fenomena gerhana matahari total akan terjadi menjelang lebaran tepatnya pada 8 April 2024.

Ketua Asosiasi Astronomi Uni Emirat Arab (UEA), Al-Jarwan mengungkapkan bahwa fenomena Gerhana Matahari Total yang terjadi menjelang lebaran ternyata memiliki dampak terhadap penampakan bulan sabit Syawal.

Menurutnya, Gerhana Matahari Total dapat menyulitkan proses pengamatan bulan Sabit.

Selain itu, fenomena ini juga dapat membuat bulan Sabit awal Syawal baru akan terlihat pada 9 April 2024 mendatang.

Asosiasi Astronomi UEA mengungkapkan bahwa lebaran berpotensi jatuh pada Rabu, 10 April 2024 karena bulan Sabit baru terlihat pada 9 April 224.

Sebagai informasi, bulan Sabit adalah tanda bulan baru.

Dalam hal ini, bulan baru menandakan akhir dari bulan Ramadan.

Sayangnya fenomena gerhana matahari total ini tidak bisa disaksikan di Indonesia.

Fenomena ini hanya bisa disaksikan di beberapa wilayah seperti Meksiko, Amerika Serikat (AS), Amerika Utara, dan Kanada.

Meskipun fenomena astronomi ini sudah umum terjadi di berbagai belahan dunia, masih ada saja teori konspirasi dan misinformasi tentang kejadian ini.

Sejumlah video yang diunggah di YouTube dan TikTok meyakini gerhana matahari total bulan depan akan menjadi pertanda akhir zaman.

Salah satu klaim yang banyak ditemukan di Tiktok adalah gerhana matahari total akan melewati enam, tujuh, atau delapan kota bernama Nineveh di Amerika Serikat dan Kanada.

Nineveh, atau Niniwe, adalah kota yang pernah dikunjungi Nabi Yunus.

Beberapa kreator TikTok meyakini gerhana pernah terjadi saat Nabi Yunus berada di Niniwe, yang berarti hal yang sama akan terjadi di Amerika pada hari Senin mendatang.

Namun, pada kenyataannya, jalur yang dilewati gerhana matahari total atau path of tatlity tidak melewati enam, tujuh, atau delapan kota bernama Nineveh.

Jalur itu hanya melewati dua kota bernama Nineveh, di Ohio dan Indiana.

Dan Mclellan, seorang pakar Alkitab yang sering menjawab pertanyaan tentang agama di TikTok, mengatakan klaim ini tidak masuk akal.

Peta buatannya sendiri, yang dibuat menggunakan data NASA, juga menunjukkan hanya ada dua kota bernama Nineveh di AS.

"Siapapun yang mengatakan kota tersebut dalam jalur totalitas antara berbohong soal lokasi mereka atau memanipulasinya," jelasnya dikutip Senin (1/4).

Selain itu, ramai diperbincangkan juga soal kemungkinan mati listrik saat gerhana tersebut

. Selain itu juga ada yang mengklaim akan terjadi gangguan seluler.

Bahkan seorang pembuat video di Tiktok mengingatkan untuk membeli makanan untuk mempersiapkan diri menghadapi gerhana.

Namun Gizmodo mencatat pembuat video itu memiliki alasan terselubung membuat konten tersebut.

Dalam kontennya ia justru menjual senter dan charger ponsel.

Terlepas dari banyaknya teori konspirasi tentang gerhana matahari total, fenomena ini memang sangat langka terjadi.

Menurut pakar gerhana Xavier Jubier dari Perancis, jalur Gerhana Matahari Total terbentang sepanjang 162-200 kilometer, dimulai dari Samudera Pasifik hingga Atlantik.

Titik totalitas terpanjang fenomena ini berada di Nazas, dekat Durango, Meksiko, di mana masyarakat dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total selama 4 menit 28 detik.

Editor : Dzikrina Abdillah
#Nabi Yunus #teori #lebaran #gerhana matahari total #ramadan #Akhir Zaman