Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dianggap Dukung LGBT Hingga Sebut Qatar Homophobia, Gitasav Dihujat Netizen

Kholid Hazmi • Jumat, 25 November 2022 | 22:55 WIB
PERNYATAAN: Dianggap Dukung LGBT Hingga Sebut Qatar Homophobia, Gitasav Dihujat Netizen
PERNYATAAN: Dianggap Dukung LGBT Hingga Sebut Qatar Homophobia, Gitasav Dihujat Netizen
JAKARTA- Salah satu influencer Indonesia yang tinggal di Jerman bernama Gita Savitri atau kerap disapa Gitasav menjadi trending di Twitter lantaran opininya yang menanggapi aksi pose tutup mulut Timnas Jerman di kejuaraan Piala Dunia di Qatar.

Gitasav menyampaikan opininya setelah salah satu follower nya menanyakan pendapatnya mengenai aksi timnas Jerman tersebut.

Gita lantas menjawab pertanyaan tersebut dengan, “di satu sisi kaya virtue signaling ya… kaya, can you do something more than that? Di sisi lain, LGBTQ-phobia has real life consequences. People lost their lives due to their gender & sexuality so it’s better than not saying anything at all. FIFA is corrupt and Qatar justifying homophobia by using “this in our culture” is big no. (Di satu sisi seperti virtue signaling. Kaya, bisakah kamu melakukan sesuatu yang lebih dari itu? Di sisi lain LGBTQ-phobia adalah sebuah konsekuensi nyata. Seseorang kehilangan hidupnya karena gender dan seksualitas yang mereka miliki, jadi ya itu lebih baik daripada tidak mengatakan apapun. (Sementara) FIFA jahat dan Qatar hanya menjustifikasi homofobia dengan mengatakan “ini budaya kami” tulis Gitasav dalam instastory miliknya.

Gitasav menyebut sikap homophobia yang dilakukan oleh Qatar itu disampaikan secara tegas melalui kalimat “ini adalah budaya kami”.

Hal tersebut justru dianggap tidak baik dan tidak penting oleh Gitasav sendiri selaku umat islam yang notabenenya tinggal di Indonesia.

“FIFA is corrupt and Qatar justifying homophobia by using ‘this is our culture’ is big no,” tulis Gitasav.

Di sisi lain Gitasav juga mengomentari fenomena LGBT phobia yang dianggap memiliki konsekuensi di kehidupan nyata.

Dalam hal ini, pendapat Gitasav dianggap mendukung kehidupan para penganut LGBT yang berjuang dan mempertaruhkan nyawa mereka.

Hal itu dianggap lebih baik daripada mereka yang memperjuangkan LGBT harus kehilangan nyawanya karena tidak diakui secara sosial.

“LGBTQ- phobia has real life consequenses. People lost their lives due to their gender & sexuality so it’s better than not saying anything at all,” tulis Gitasav.

Pendapat Gitasav tersebut akhirnya menuai amarah dan komentar negatif dari netizen di sosial media Twitter.

“Mending jadi homophobia dibanding dapet azab dari Allah gak sih?,” tulis akun @eostpoir.

“If Quran say haraam, Gitasav opinion doesn’t matter,” timpal akun @Songkrasin di Twitter. Editor : Kholid Hazmi
#gitasav #gita savitri #one love #aksi tutup mulut timnas jerman #gitasav dukung lgbt #jerman #Piala dunia 2022 qatar #tutup mulut #lgbt