Kegiatan kemarin dilakukan dalam rangka perlindungan konsumen dan metrologi. Sekaligus antisipasi makanan yang mengandung bahan berbahaya. Tim mengambil sampel dari makanan cendol, cincau, hingga kerupuk yang dijual pedagang.
Hasilnya pedagang tertib. Tim tidak menjumpai makanan yang dijual mengadung bahan-bahan berbahaya, termasuk formalin. Tidak hanya bentuk makanan dan olahan. Peredaraan ikan yang kerap dikonsumsi juga menjadi sasaran.
”Kami punya kegiatan pengawasan perdagangan yang salah keluarannya adalah melaksanakan pengawasan terhadap barang yang beredar di masyarakat. Apakah mengandung bahan berbahaya atau tidak,” ungkap Kabid Perdagangan Dindagkop UKM Kabupaten Rembang, Tri Handayani saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.
Pengawasan dilakukan secara rutin. Terutama saat mendekati persiapan Natal Dan Tahu Baru (Nataru). Hal ini juga diberlakukan di 13 pasar yang dikelola Pemkab. Diantaranya pasar Sulang, Magersari, Babagan, Jolotundo, Gandrirojo dan Sedan. Lalu pasar Kragan, Pamotan, Lasem, Rembang, Sarang dan Pandangan. Lalu pasar Sumber, Gunem dan Kaliori.
”Tidak mengandung bahan berbahaya. Masyarakat sudah tertib. Mereka sudah aman dan pangan,” ungkapnya.
Pengawasan kemarin melibatkan tim Perlindungan konsumen dan kemetrologian. “Jadi konsumen aman ketika beli jajan di pasar. Sasaran semua pasar di kabupaten. Hasil cek sementara rata-rata makanan yang dijual aman,” jelasnya. (noe/ali) Editor : Saiful Anwar