Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Klaim 13 Pasar Tradisonal di Rembang Tertib dari Mamin Berbahaya

Saiful Anwar • Rabu, 22 Desember 2021 | 00:17 WIB
DIAMBIL SAMPLE: Petugas dari Dinindagkop UKM mengambil sample makanan dari salah satu pasar tradisional kemarin. (KABID PERDAGANGAN FOR RADAR KUDUS)
DIAMBIL SAMPLE: Petugas dari Dinindagkop UKM mengambil sample makanan dari salah satu pasar tradisional kemarin. (KABID PERDAGANGAN FOR RADAR KUDUS)
REMBANG – Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinindagkop dan UKM) Kabupaten Rembang melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk pengawasan makanan dan minuman (mamin) yang mengadung zat berbahaya. Hasilnya dari 13 pasar di Kota Garam dinas mengklaim mamin di pasar tradisonal telah tertib dan tak mengadung bahan berbahaya.

Kegiatan kemarin dilakukan dalam rangka perlindungan konsumen dan metrologi.  Sekaligus antisipasi makanan yang mengandung bahan berbahaya. Tim mengambil sampel dari makanan cendol, cincau, hingga kerupuk yang dijual pedagang.

Hasilnya pedagang tertib. Tim tidak menjumpai makanan yang dijual mengadung bahan-bahan berbahaya, termasuk formalin. Tidak hanya bentuk makanan dan olahan. Peredaraan ikan yang kerap dikonsumsi juga menjadi sasaran.

”Kami punya kegiatan pengawasan perdagangan yang salah keluarannya adalah melaksanakan pengawasan terhadap barang yang beredar di masyarakat. Apakah mengandung bahan berbahaya atau tidak,” ungkap Kabid Perdagangan Dindagkop UKM Kabupaten Rembang, Tri Handayani saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.

Pengawasan dilakukan secara rutin. Terutama saat mendekati persiapan Natal Dan Tahu Baru (Nataru). Hal ini juga diberlakukan di 13 pasar yang dikelola Pemkab. Diantaranya pasar  Sulang, Magersari, Babagan, Jolotundo, Gandrirojo dan Sedan. Lalu pasar Kragan, Pamotan, Lasem, Rembang, Sarang dan Pandangan. Lalu pasar Sumber, Gunem dan Kaliori.

”Tidak mengandung bahan berbahaya. Masyarakat sudah tertib. Mereka sudah aman dan pangan,” ungkapnya.

Pengawasan kemarin melibatkan tim Perlindungan konsumen dan kemetrologian. “Jadi konsumen aman ketika beli jajan di pasar. Sasaran semua pasar di kabupaten. Hasil cek sementara rata-rata makanan yang dijual  aman,” jelasnya.  (noe/ali) Editor : Saiful Anwar
#cek makanan jelang nataru #natall dan tahun baru