Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menko Airlangga Dorong Produktivitas Jagung sebagai Komoditas Unggulan

Ali Mustofa • Sabtu, 2 Oktober 2021 | 16:08 WIB
DUKUNG PETANI: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto panen raya jagung di Desa/Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. (EKON.GO.ID FOR RADAR KUDUS)
DUKUNG PETANI: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto panen raya jagung di Desa/Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. (EKON.GO.ID FOR RADAR KUDUS)
GORONTALO – Sektor pertanian menjadi salah satu sektor perekonomian yang terus menunjukkan kinerja positif selama masa pandemi. Pada triwulan II 2021, sektor pertanian tercatat mengalami pertumbuhan 0,38 persen. Dari berbagai komoditas yang terus dikembangkan, jagung menjadi salah satu unggulan sektor pertanian yang memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Juga mendorong pertumbuhan industry, khususnya peternakan unggas.

Dalam kurun waktu 10 tahun, perkembangan komoditi jagung khususnya di Provinsi Gorontalo mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Produksi jagung yang semula hanya 605.781 ton, saat ini telah mencapai 1,8 juta ton. Meningkat sekitar 300 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kunjungan kerja di Provinsi Gorontalo (30/09), melepas pengiriman antarpulau 23.000 ton jagung. ”Pelepasan jagung 23.000 ton ini merupakan sinergi berbagai stakeholder yang kiranya dapat memacu semangat pelaku usaha komoditas pertanian lain. Baik di Provinsi Gorontalo maupun di Indonesia untuk terus bekerja sama bahu membahu membangun sektor pertanian,” ujar Airlangga di pelabuhan Tilamuta, Kabupaten Boalemo.

Kegiatan pengiriman jagung ini, dapat memberikan keuntungan bagi petani lokal. Karena mampu memperbaiki harga di tingkat petani. Saat panen raya, harga jagung cenderung turun menyentuh angka Rp 2.900 per kilogram. Namun dengan adanya pengiriman ke luar Gorontalo, harga pembelian jagung saat ini Rp 4.800 per kg sampai Rp 5.300 per kg.

Dalam kurun waktu April-September telah ada pengiriman jagung antarpulau untuk memenuhi kebutuhan jagung nasional hingga 198 kali. Total volume mencapai 1.002.366 ton.

Acara pelepasan jagung oleh Menko Airlangga ditandai dengan pemecahan kendi ke lambung Kapal Hodasco 19. Itu merupakan salah satu dari tiga kapal yang secara bersamaan mengirim jagung dari Gorontalo ke beberapa tujuan. Pengiriman tujuan Jakarta 6.500 ton, Surabaya 10.000 ton, dan Makassar 6.500 ton.

Setelah acara pelepasan jagung, Menko Airlangga mengunjungi sentra vaksinasi yang diadakan Kodim 1313/Pohuwato. Dalam kegiatan yang bertajuk ”Serbuan Vaksin Covid-19 kepada Seluruh Masyarakat di Wilayah Koramil 1313-08 Dulupi” itu, vaksinasi diikuti 271 warga Desa Pangi, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo. Menko Airlangga juga berkesempatan menyerahkan bantuan beras kepada warga.

Selesai mengunjungi sentra vaksinasi, Airlangga melanjutkan perjalanan ke Desa Dulupi untuk panen raya jagung bersama warga. ”Dengan harga tinggi, kesejahteraan petani meningkat. Ini yang kita dukung, karena pemerintah pro kepada pertanian. Kita dorong masyarakat untuk menanam jagun. Untuk itu akan dibuatkan KUR (kredit usaha rakyat) untuk menanam jagung. Bisa dibayar saat panen, bunganya murah, 3 persen. Jika gagal panen ada asuransinya. Jadi, kita dorong masyarakat memproduksi jagung sebanyak mungkin,” imbuhnya.

Menko Airlangga juga menyerahkan KUR kepada para petani jagung secara simbolis. Dengan memanfaatkan KUR, diharapkan dapat mendorong permodalan bagi masyarakat dalam mengelola pertanian. Turut hadir dalam acara itu, gubernur Gorontalo; anggota DPR RI; Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM; Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko; serta Forkopimda Provinsi Gorontalo. (ag/fsr/lin) Editor : Ali Mustofa
#menko airlangga #produktivitas jagung #komoditas unggulan #Perekonomian