Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

HYROX, Tren Fitness Race yang Kian Mencuri Perhatian

Intan Maylani Sabrina • Minggu, 5 Juli 2026 | 20:14 WIB
FINISH: Mayang Septa dan suami saat berhasil finish di Hyrox Jakarta.
FINISH: Mayang Septa dan suami saat berhasil finish di Hyrox Jakarta.

DI TENGAH demam HYROX yang kian digandrungi pecinta olahraga di Indonesia, setiap peserta memiliki alasan berbeda untuk berdiri di garis start.

Ada yang mengejar catatan waktu terbaik dan ada yang berburu podium. Namun, bagi Mayang Septa dan sang suami, HYROX justru menjadi ruang untuk merawat kebersamaan.

Pasangan yang turun di kategori Mixed Double ini tidak datang dengan ambisi menjadi yang tercepat.

Mereka ingin menciptakan satu hal yang jauh lebih berharga, yakni kenangan yang akan selalu dikenang.

Ketertarikannya pada Hyrox ini, dirasa memiliki tantangan tersendiri. Karena olahraga ini menggabungkan lari sejauh 8 kilometer yang dibagi menjadi delapan putaran. 

Di setiap selesai menempuh 1 kilometer, peserta wajib menyelesaikan satu functional workout sebelum melanjutkan lari ke putaran berikutnya.

Delapan tantangan tersebut meliputi SkiErg, Sled Push, Sled Pull, Burpee Broad Jumps, Rowing, Farmers Carry, Sandbag Lunges, serta ditutup dengan Wall Balls.

Format tersebut membuat HYROX tidak hanya menguji daya tahan kardiovaskular, tetapi juga kekuatan otot, stabilitas, ketahanan mental, hingga kemampuan mengatur ritme selama perlombaan. 

Inilah yang membuat HYROX dikenal sebagai ajang fitness race yang dapat diikuti atlet profesional maupun masyarakat umum yang telah mempersiapkan diri.

HYROX: Tren olahraga hyrox yang kian naik daun.
HYROX: Tren olahraga hyrox yang kian naik daun.

Namun, bagi Mayang Septa dan sang suami, HYROX ini justru menjadi ruang untuk mereka menciptakan satu hal yang jauh lebih berharga, yakni kenangan yang akan selalu dikenang.

FARMER
FARMER'S CARRY: Salah satu station yang ada di Hyrox.

Perjalanan mereka bermula dari kebiasaan baru. Sekitar tiga bulan lalu, keduanya mulai rutin berolahraga di sebuah pusat kebugaran. 

Di sanalah mereka berkenalan dengan HYROX, setelah sang pelatih beberapa kali bercerita mengenai kompetisi fitness race yang tengah naik daun di berbagai negara.

"Awalnya coach kami ikut HYROX. Dari sering ngobrol soal itu, akhirnya kami penasaran dan tertarik ikut. Yang pertama mengajak memang suami," kata Mayang.

Rasa penasaran itu kemudian berubah menjadi komitmen. Selama dua bulan menjelang lomba, keduanya berlatih disiplin tiga kali dalam sepekan di gym. 

Karena tempat latihan mereka belum memiliki perlengkapan HYROX, mereka rela melengkapi sendiri berbagai alat latihan di rumah agar bisa berlatih kapan saja.

Di sela kesibukan, mereka rutin melakukan simulasi mini HYROX bersama dan berusaha menyempatkan diri berlari setiap hari.

Mereka bahkan mengikuti simulasi penuh HYROX di F45 Semarang demi merasakan atmosfer kompetisi yang sesungguhnya.

Bagi Mayang, tantangan terbesar bukanlah beratnya sled, rowing, ataupun burpee. Melainkan menjaga konsistensi latihan di tengah aktivitas sehari-hari.

Meski begitu, perjalanan menuju garis start nyaris tanpa drama. Tidak ada perdebatan soal pembagian tugas atau strategi lomba.

Yang ada justru saling mengingatkan untuk tetap disiplin dan saling menyemangati saat rasa lelah datang.

"Kami memang enggak membagi peran secara khusus. Prinsipnya menikmati proses dan having fun saja," ujarnya.

Cara pandang itu membuat mereka menjalani setiap station tanpa tekanan berlebihan. Mereka tidak terobsesi mengejar podium, melainkan menikmati setiap langkah yang dilalui bersama.

Momen paling membekas justru hadir di station terakhir, Wall Ball sebanyak 100 repetisi. Mayang mengaku itu adalah tantangan yang paling ia hindari. 

Melihat istrinya kesulitan, sang suami mengambil alih hampir seluruh repetisi.

Ia menyelesaikan 99 lemparan, lalu sengaja menyisakan satu lemparan terakhir untuk dilakukan Mayang. Setelah bola terakhir mengenai target, keduanya berlari berdampingan menuju garis finis.

"Awalnya aku benar-benar enggak suka wall ball. Tapi suami sengaja kasih satu lemparan terakhir buat aku sebelum kami finis bersama. Itu jadi momen yang paling berkesan," kenangnya.

Mayang juga tak menyangka bisa menyelesaikan semua station. "Ternyata kami bisa push our limit dan keluar dari zona nyaman," kata Mayang.

Kini, setelah berhasil menaklukkan HYROX pertama mereka, pasangan tersebut sudah memiliki mimpi untuk mengikuti event berikutnya.

Meski belum ingin membocorkan lokasi yang diincar, mereka berharap kesempatan itu kembali datang.

"Siapkan fisik, mental, sama finansial juga," ujarnya. 

Bagi Mayang, HYROX bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis.

Namun di setiap kilometer lari, setiap station, dan setiap tetes keringat telah berubah menjadi cara baru untuk saling menguatkan—membuktikan bahwa cinta pun bisa tumbuh di setiap tantangan yang dilalui bersama. (int)

Editor : Admin
#hyrox #lifestyle #grobogan #olahraga