RADAR KUDUS — Bioskop Cinema XXI baru saja mengumumkan kebijakan terbaru yang memperbolehkan penonton membawa tumbler ke dalam ruang film, sebuah langkah inovatif yang banyak diperbincangkan di media sosial sejak akhir pekan yang lalu.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh manajemen melalui saluran resmi mereka, sebagai tanggapan atas kekhawatiran banyak penonton yang selama ini terpaksa menyimpan tumbler mereka di loker atau meja masuk.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ricky Samsoedin, Kepala Operasi Bioskop Cinema XXI, ketika diwawancarai oleh media pada Jumat (24/4/2026).
Ia menekankan bahwa penonton diperbolehkan membawa tumbler dengan aturan ketat, yaitu hanya boleh diisi dengan air biasa atau air mineral tanpa tambahan apapun.
Baca Juga: Kisah Haru dari Novel ke Bioskop, Film Jangan Buang Ibu Tayang Juni 2026
"Ya, Cinema XXI membolehkan penonton membawa tumbler ke dalam studio, dengan ketentuan bahwa tumbler tersebut hanya berisi air biasa atau air mineral," kata Ricky, seperti yang dikutip dari berbagai sumber berita tepercaya.
Langkah ini bukanlah hal baru bagi XXI, mengingat jaringan bioskop ini telah berkomitmen pada inisiatif keberlanjutan lingkungan sejak lama.
Sejak tahun 2023, Cinema XXI telah bekerja sama dengan TUKR untuk mengumpulkan minyak jelantah dari operasional mereka, berhasil mengolah 52.766 kg limbah menjadi biofuel yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Tayang Mei 2026, Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” Siap Menyentuh Hati Penonton
Program ini telah mencegah emisi karbon hingga 175.027 kg, menghemat 52.766 juta liter air, serta melindungi kesehatan masyarakat.
Kebijakan tumbler ini sekarang menjadi kelanjutan yang logis dari upaya tersebut, bertujuan untuk mengecilkan penggunaan sampah plastik sekali pakai di bioskop yang seringkali berakhir dengan menumpuknya gelas minuman kemasan.
Sebelumnya, penonton di XXI dilarang membawa minuman dari luar demi menjaga kebersihan dan keamanan studio dari kemungkinan tumpah atau noda lengket.
Tumbler biasanya harus ditinggalkan di loker, yang kadang membuat pengunjung kesulitan yang ingin tetap terhidrasi selama film yang berlangsung lebih dari dua jam.
Kini, dengan ketentuan hanya boleh berisi air bening, risiko tersebut dapat diminimalisir karena air putih tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga tidak mengganggu pengalaman penonton yang lain atau fasilitas bioskop.
Baca Juga: Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan: Yasmin Napper Kuasai Peran Kakak yang Penuh Beban
Kebijakan ini mulai viral setelah akun WhatsApp resmi XXI merespons pertanyaan dari penonton di media sosial seperti Instagram dan X.
Banyak netizen menyambut dengan positif, menyebutnya sebagai langkah nyata untuk mendukung gaya hidup ramah lingkungan di tengah maraknya kampanye melawan plastik sekali pakai di Indonesia.
Beberapa cabang XXI bahkan sudah menerapkannya secara langsung, meskipun manajemen menekankan bahwa petugas akan memeriksa isi tumbler di pintu masuk untuk memastikan semua mengikuti aturan.
Inisiatif ini sejalan dengan tren bioskop global yang berupaya mengurangi sampah. XXI, sebagai jaringan bioskop terbesar di Indonesia dengan ratusan lokasi, memiliki potensi untuk mengurangi jutaan gelas plastik setiap tahunnya jika kebijakan ini diadopsi secara luas.
Baca Juga: Haru dan Khidmat: Syifa Hadju Gelar Pengajian dan Siraman Menjelang Pernikahan
Selain itu, hal ini juga bisa meningkatkan kepuasan pelanggan, terutama bagi generasi muda yang peduli dengan lingkungan dan sering membawa tumbler sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
Namun, bukan berarti semua jenis minuman bisa dibawa. Ricky kembali menegaskan bahwa tumbler yang berisi teh, kopi, atau minuman berwarna dilarang karena dapat meninggalkan noda di kursi atau lantai studio.
Kebijakan penggunaan tumbler di Cinema XXI merupakan langkah penting dalam sektor hiburan Indonesia yang semakin peduli terhadap masalah lingkungan, sembari tetap mempertahankan kualitas kebersihan layanan premium mereka.
Bagi para pengunjung, ini adalah peluang bagus untuk menikmati film dengan tenang tanpa khawatir kehausan, asalkan mengikuti aturan yang mudah. (*)
Editor : Anita Fitriani