Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kenali Istilah “Kalcer”: Ekspresi Budaya Baru Ala Anak Gen Z

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 14 November 2025 | 22:43 WIB
Photo
Photo

Radar Kudus - Fenomena “Kalcer”—singkatan dari culture—belakangan mencuri perhatian di media sosial.

Istilah ini menggambarkan perubahan cara hidup anak muda, terutama Gen Z, yang kini tidak hanya menikmati budaya, tetapi juga ikut membentuk dan menafsirkannya. Mulai dari gaya berpakaian, pilihan musik, hingga kebiasaan nongkrong, semuanya terbungkus dalam konsep kalcer.

Menariknya, kalcer yang berkembang di kalangan Gen Z tidak selalu mengadopsi budaya global.

Justru banyak dari mereka yang kembali mengangkat unsur lokal, seperti busana bercorak etnik, tren jadul tahun 90-an, hingga kebiasaan minum kopi susu literan atau jajan di warung tradisional.

Media sosial menjadi ruang utama untuk menampilkan identitas budaya versi mereka masing-masing.

Menurut Dr. Nina Sasmita, sosiolog budaya Universitas Indonesia, kalcer pada Gen Z bukan sekadar tren mengikuti arus.

Ia menyebutnya sebagai bentuk ekspresi diri yang lebih mendalam, bahkan kadang menjadi cara anak muda menantang aturan sosial yang dirasa terlalu membatasi.

Fenomena ini juga dipicu oleh keterhubungan digital yang membuat referensi budaya semakin luas dan mudah diakses.

Salah satu Kreator muda, mengaku bahwa kalcer membuatnya lebih percaya diri. Ia menyebut bahwa gaya dan aktivitas yang dipilihnya merupakan wujud dari jati diri. Ia juga senang memasukkan unsur budaya lokal, seperti batik atau bahasa daerah, agar tampilannya memiliki ciri khas.

Perkembangan kalcer sebagai gaya hidup menunjukkan bahwa identitas Gen Z semakin kompleks. Kalcer adalah gabungan pengaruh global, perkembangan teknologi, dan kebutuhan anak muda untuk menemukan jati dirinya.

Fenomena ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan—bagaimana memadukan kreativitas tanpa kehilangan keaslian budaya, serta memastikan kultur lokal tetap memiliki tempat di era budaya global yang terus bergerak cepat.(laura)

Editor : Mahendra Aditya
#Ekspresi diri #Lifestyle Gen Z #Budaya #kalcer #media sosial