RADARKUDUS - Ternyata di Jepang, kemasan makanan dan minuman memang tidak bisa asal sembarang didesain.
Semua aturan dibuat agar konsumen tidak tertipu dari gambar produk sampai kadar jus di labelnya itu harus akurat!
Di Jepang, kemasan makanan dan minuman harus menyajikan informasi akurat, tidak boleh menyesatkan konsumen.
Food Labeling Act Jepang menetapkan bahwa produk makanan dan minuman yang dijual wajib dilabel sesuai standar.
Mulai dari nama produk, bahan, nilai gizi, bahan asal, dsb.
Produk yang tidak mematuhi standar pelabelan bisa mendapatkan instruksi perbaikan atau penalti berdasarkan pasal "Measures against Improper Labeling" dalam undang-undang tersebut.
Gambar kemasan makanan harus menggambarkan isi produk.
Meski Food Labeling Act tidak menyebut secara eksplisit "gambar harus ukuran 1:1", prinsip "tidak menyesatkan" mengharuskan visual kemasan tidak berlebihan atau menipu.
Karena itu, banyak brand Jepang menampilkan foto akurat atau menambahkan label “actual size”(実際のサイズ) untuk kejelasan.
Minuman Jus & Ilustrasi Buah
Sesuai aturan pelabelan soft drink / jus di Jepang: jika kandungan jus buah kurang dari 5%, maka produk tidak boleh menggunakan ilustrasi buah realistis.
Jika kandungan jus buah sama dengan 100%, maka ilustrasi buah (termasuk potongan) diperbolehkan.
Jadi intinya, semua aturan ini dibuat biar pembeli agar tidak tertipu sama kemasan.
Editor : Ali Mustofa