Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pernah Merasa Kecewa Tapi Harus Menerima Kenyataan? Beginilah Cara Masyarakat Jawa Memaknai "Ikhlas"

Nayla Karima • Senin, 13 Oktober 2025 | 23:01 WIB
Ilustrasi orang legowo
Ilustrasi orang legowo

RADARKUDUS - Legowo bukan sekadar menerima dengan lapang dada.

Dalam budaya Jawa, Legowo berarti menerima kenyataan hidup dengan tulus, tanpa menyimpan dendam, iri, atau amarah bahkan saat kenyataan itu pahit.

"Asal kata: 'le' (membuka) dan 'gowo' (membawa)"

Maknanya: membuka hati untuk membawa dan menerima semua yang datang baik ataupun buruk sebagai bagian dari perjalanan hidup.

"Legowo ≠ menyerah."
Legowo = sadar dan ikhlas"
Legowo bukan berarti menyerah atau pasif.

Legowo adalah merelakan sesuatu yang tidak bisa diubah dan kemudian melangkah maju dengan ikhlas untuk menghadapi masa depan yang lebih baik.

Contoh Legowo dalam Kehidupan Sehari-hari.

- Gagal lolos kerja?
Legowo: mungkin belum rezekimu.

- Dikhianati teman?
Legowo: lepaskan, jangan simpan dendam.

- Rencana gagal
Legowo: belajar, lalu bangkit lagi.

Di dunia yang serba cepat dan penuh ekspektasi, Legowo adalah ruang bernapas.

Budaya Jawa mengajarkan kita untuk tetap tenang, tetap sadar, dan tidak larut dalam kecewa.

Makna pertama dari ikhlas tersendiri adalah pemilihan atau al-ishthifaa’. Merujuk pada QS. Shad ayat 46 yang menerangkan bagaimana Allah memilih para hamba-Nya yang tulus untuk menerima tanggung jawab yang besar.

Pemilihan ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan didasarkan pada keutamaan dan kesucian hati hamba-hamba tersebut.

Mereka dipilih tidak hanya untuk melaksanakan perintah Allah, tetapi juga untuk menjadi panutan bagi umat manusia.

Makna kedua adalah kebebasan dari berbagai kotoran, atau al-khuluus min as-syawaa’ib. Ini merujuk pada QS. An-Nahl ayat 66, di mana Allah menggambarkan susu yang murni sebagai perumpamaan untuk kesucian hati orang-orang yang ikhlas.

Ikhlas berarti mengosongkan hati dari niatan yang tercampur oleh urusan duniawi, seperti mengharapkan imbalan dari makhluk atau mencari pujian.

Ketiga, ikhlas juga berarti kekhususan atau al-ikhtishaash, seperti yang dinyatakan dalam QS. Al-Baqarah ayat 94.

Ayat ini menekankan bahwa hanya hamba tertentu yang mampu mengkhususkan seluruh amal mereka untuk Allah. Kekhususan ini terlihat dalam kesungguhan mereka dalam beribadah dan berbuat baik tanpa mengharapkan imbalan dari manusia.

Editor : Mahendra Aditya
#Keikhlasan dalam Bekerja #ikhlas #legowo dan terima kekalahan #Keikhlasan #Legowo