RADAR KUDUS - Selama ini kita memahami bahwa pola makan sehat sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan secara menyeluruh.
Namun, hanya sedikit yang menyadari bahwa urutan konsumsi makanan dalam satu waktu makan juga bisa berdampak signifikan terhadap kesehatan.
Pertanyaannya sederhana: saat makan, manakah yang Anda konsumsi terlebih dahulu karbohidrat, protein, atau sayuran?
Walaupun terlihat sepele, urutan makan ternyata punya efek besar pada tubuh.
Jessie Inchauspe, seorang ahli biokimia asal Prancis yang dikenal lewat buku Glucose Revolution dan The Glucose Goddess Method, menjelaskan bahwa cara menyusun urutan makan dapat memengaruhi kadar gula darah secara signifikan.
Pandangan ini telah mengubah pemahaman banyak orang tentang hubungan antara makanan, metabolisme, dan kesehatan jangka panjang.
Mengapa Sayuran Sebaiknya Dimakan Terlebih Dahulu
Mengutip Times of India pada Minggu (29/6/2025), dalam podcast terbarunya, Inchauspe menjelaskan bahwa memulai makan dengan sayuran dapat meningkatkan efek serat.
Menurutnya, serat membentuk pelindung di usus, memperlambat penyerapan glukosa dari makanan yang dikonsumsi setelahnya.
Ia menjelaskan, “Serat menciptakan semacam lapisan melindung di usus yang mampu menahan penyerapan glukosa dari karbohidrat dan gula selanjutnya.”
Dengan begitu, lonjakan gula darah bisa dicegah. Selain itu, ia menyebut urutan makan ini juga membantu mengurangi nafsu makan dan membuat kenyang lebih lama.
“Coba dulu makan secuil wortel, bayam, brokoli, atau tomat ceri sebelum hidangan utama. Jika menggunakan alat pemantau gula, lonjakan glukosa Anda akan jauh lebih stabil,” sarannya.
Dampak tambahan dari kenyang lebih lama adalah metabolisme yang lebih seimbang dan tidak terlalu sering merasa ingin ngemil.
Makan Sehat Lewat Urutan Tertentu
Konsep menggunakan makanan sebagai “obat” bukan hal baru, namun Inchauspe memperkenalkan caranya secara praktis: mulailah makan dengan sayuran atau salad, diikuti protein seperti daging, lalu baru karbohidrat seperti nasi.
Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa harus menjalani diet ketat, namun tetap menjaga kestabilan gula darah.
Sayuran juga kaya nutrisi yang baik untuk kesehatan usus, jantung, dan otak. Prinsip ini juga didukung oleh Jessica Hernandes, RD, LD dari Ohio State Wexner Medical Center.
Mengutip The Ohio State University (21/8/2024), Jessica menjelaskan bahwa mengonsumsi karbohidrat di akhir waktu makan ternyata memberikan dampak positif.
Penelitian menunjukkan pola makan ini memperlambat proses cerna karbohidrat sehingga gula darah tidak langsung naik drastis.
“Makan sayuran dulu, baru protein, dan terakhir karbohidrat mampu meredam lonjakan gula darah yang biasa terjadi setelah makan,” ungkap Jessica.
Selain itu, urutan ini membantu mengontrol porsi makan karena serat dan protein membuat perut terasa kenyang lebih cepat. Banyak pasiennya mengaku tidak lagi mengambil porsi kedua karena merasa cukup dengan sekali makan.
Siapa yang Paling Cocok?
Menurut Jessica, pola ini sangat cocok bagi penderita diabetes tipe 2, pradiabetes, atau orang yang ingin menurunkan berat badan.
Menjadikan karbohidrat sebagai bagian akhir dari hidangan dapat berdampak positif terhadap kadar hemoglobin A1C indikator gula darah rata-rata tiga bulan terakhir.
Tentu, respons tubuh terhadap makanan berbeda-beda ada yang mudah lonjak gula darahnya setelah makan kentang, ada yang tidak.
Seiring bertambahnya usia, produksi insulin menurun dan kemampuan tubuh mengatur gula darah semakin berkurang. Karena itu, memperhatikan jenis karbohidrat dan waktunya sangat penting.
“Dengan pengaturan pola makan yang tepat terutama di usia lanjut kadar gula darah bisa tetap stabil tanpa harus selalu bergantung pada obat-obatan,” tutupnya. (Octa Afriana A)
Editor : Ali Mustofa