RADAR KUDUS - Generasi Z memiliki cara khas dalam mengatur keuangan, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan terbatas namun tetap ingin menjalani gaya hidup yang estetik.
Meski sering dianggap boros karena gemar nongkrong di kedai kopi, sebenarnya mereka menerapkan strategi keuangan yang cukup pintar.
Pola hidup ini membuat banyak orang penasaran, bagaimana mereka bisa tetap hemat namun tetap menikmati hidup layaknya orang kaya.
Baca Juga: Tak hanya Lyon, 7 Klub Besar Dunia Tersingkir dari Liga Karena Skandal Non-Lapangan
Ternyata, kuncinya ada pada bagaimana mereka memprioritaskan pengeluaran dan mencari sumber penghasilan tambahan.
Mulai dari pengelolaan anggaran yang sederhana hingga menjalankan pekerjaan sampingan modern, Gen Z berusaha menghindari gaya hidup konsumtif yang tidak terkontrol.
Mari kita lihat tiga gaya keuangan Gen Z yang bisa dijadikan contoh dalam mengelola uang dengan lebih bijaksana!
1. Pengelolaan anggaran sederhana tapi efektif
Gen Z tidak suka ribet, namun mereka sangat memahami pentingnya mengelola arus kas.
Metode yang kerap diterapkan adalah prinsip 50-30-20, namun disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Contohnya, 50% dialokasikan untuk kebutuhan pokok seperti sewa kamar dan transportasi, 30% untuk hiburan termasuk membeli kopi kekinian, dan 20% untuk menabung atau dana darurat.
Mereka juga aktif menggunakan aplikasi keuangan seperti Money Lover atau Dana untuk memantau pengeluaran harian.
Dengan cara ini, mereka tahu dengan tepat berapa uang yang bisa dipakai untuk jajan kopi tanpa khawatir kehabisan di akhir bulan.
Bahkan, beberapa dari mereka memiliki dompet digital khusus untuk pengeluaran jajan agar tidak tergoda menggunakan uang kebutuhan utama.
2. Pekerjaan sampingan masa kini untuk penghasilan tambahan
Gaji bulanan seringkali kurang untuk memenuhi keinginan nongkrong di kafe hits, sehingga Gen Z tidak segan mencari pekerjaan sampingan.
Mereka memanfaatkan keahlian seperti desain grafis, menulis, atau berjualan online melalui platform seperti Shopee atau Instagram.
Ada juga yang menjadi freelancer di situs seperti Fiverr atau Upwork untuk mendapatkan proyek tambahan.
Bahkan yang gemar kopi bisa mendapatkan uang dengan menjadi content creator yang mereview berbagai kafe kekinian.
Pendapatan dari pekerjaan sampingan ini langsung dialokasikan untuk gaya hidup tanpa mengganggu anggaran utama.
Prinsipnya, selama ada waktu dan kemampuan, mengapa tidak dimanfaatkan untuk menambah penghasilan?
3. Cashback dan promo, strategi jitu untuk berhemat
Generasi Z adalah kelompok yang sangat pandai mencari diskon dan promo. Mereka enggan membayar harga penuh jika ada peluang mendapatkan potongan harga.
Aplikasi seperti GoFood, ShopeePay, atau OVO kerap digunakan untuk membeli kopi atau makanan dengan harga lebih murah.
Mereka juga rajin mengikuti akun-akun yang membagikan kode promo atau cashback.
Bahkan demi bisa tetap nongkrong di tempat favorit, mereka rela menunggu jam promo atau program beli 1 gratis 1.
Baca Juga: Kuota Haji 2025 Dijual? KPK Periksa Pendiri Uhud Tour, Khalid Basalamah
Beberapa dari mereka juga memakai kartu kredit dengan keuntungan cashback atau poin reward agar setiap pengeluaran bisa lebih hemat.
Dengan trik ini, mereka bisa tetap menikmati nongkrong tanpa perlu khawatir kondisi keuangan terganggu.
Gen Z membuktikan bahwa penghasilan terbatas bukan halangan untuk tetap hidup modis asalkan memiliki strategi keuangan yang cerdas.
Dengan pengelolaan anggaran yang simpel, pekerjaan sampingan yang kreatif, serta rajin memanfaatkan promo, mereka bisa tetap nongkrong di kafe favorit tanpa membuat kantong bolong.
Kuncinya terletak pada kedisiplinan, kreativitas, dan semangat mencari peluang penghasilan tambahan! (Octa Afriana A)
Editor : Ali Mustofa