Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Demam Pistachio Mendunia, Dari Dubai Chocolate hingga Dessert Viral yang Banjiri Media Sosial

Nabila Agustin • Selasa, 9 Juni 2026 | 23:33 WIB
Demam Pistachio Mendunia, Dari Dubai Chocolate hingga Dessert Viral yang Banjiri Media Sosial (ig @thethriftygardener)
Demam Pistachio Mendunia, Dari Dubai Chocolate hingga Dessert Viral yang Banjiri Media Sosial (ig @thethriftygardener)

 

RADAR KUDUS – Pistachio tengah menjadi bintang baru dalam dunia kuliner global. Kacang berwarna hijau khas ini tidak hanya populer karena rasanya yang gurih dan lembut, tetapi juga menjadi bahan utama berbagai dessert viral yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Popularitas pistachio melejit setelah kemunculan Dubai Chocolate, cokelat premium yang memadukan pasta pistachio dengan kataifi atau kunafa renyah.

Perpaduan rasa manis, gurih, dan tekstur crunchy tersebut berhasil menarik perhatian pecinta kuliner di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Perluas Ruang Pengabdian: Pemerintah dan DPR RI Sepakati RUU Polri, Polisi Aktif Legal Duduki Jabatan di Ranah Sipil

Sejak saat itu, berbagai kreasi makanan berbasis pistachio bermunculan dan menjadi tren. Mulai dari Dubai Chewy Cookie yang berasal dari Korea Selatan, Dubai Chocolate Mochi, Dubai Pistachio Milkbuns, hingga Dubai Pistachio Croissant dan Dubai Pistachio Tiramisu yang banyak dijual di bakery maupun kafe modern.

Tidak hanya itu, inovasi kuliner berbahan pistachio terus berkembang. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Dubai Chewy Burger, hidangan penutup yang menyerupai burger namun berisi mousse pistachio, kunafa crunch, saus pistachio, dan brownie lembut.

Ada pula Dubai Pistachio Soft Serve serta Dubai Pistachio Cheesecake yang menawarkan sensasi perpaduan cita rasa Timur Tengah dengan dessert modern.

Fenomena ini membuat banyak orang penasaran, bukan hanya terhadap rasanya, tetapi juga kandungan gizinya.

Di tengah popularitas yang terus meningkat, muncul pertanyaan apakah pistachio benar-benar menyehatkan atau sekadar mengikuti tren sesaat.

Berdasarkan berbagai penelitian gizi, pistachio termasuk salah satu jenis kacang yang kaya nutrisi.

Dalam satu porsi sekitar 30 gram atau segenggam kecil, pistachio mengandung sekitar 6 gram protein, 3 gram serat, dan lemak yang sebagian besar merupakan lemak tak jenuh yang baik bagi tubuh.

Kandungan seratnya membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mendukung keseimbangan bakteri baik dalam usus.

Sementara itu, kombinasi serat dan protein dapat memberikan rasa kenyang lebih lama serta membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.

Pistachio juga mengandung berbagai vitamin dan mineral penting seperti kalium, magnesium, fosfor, vitamin B6, dan vitamin E.

Selain itu, kandungan antioksidan berupa lutein, zeaxanthin, dan polifenol berperan dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Meski mengandung sekitar 160 kalori per porsi, sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi kacang-kacangan secara rutin tidak selalu berkaitan dengan peningkatan berat badan.

Kandungan protein dan serat yang tinggi justru membuat pistachio menjadi pilihan camilan yang lebih mengenyangkan dibandingkan makanan ringan olahan.

Namun para ahli mengingatkan bahwa manfaat kesehatan tersebut terutama diperoleh dari pistachio dalam bentuk utuh atau minim pengolahan.

Sementara pada berbagai dessert viral, kandungan pistachio sering kali dicampur dengan gula, cokelat, krim, dan bahan berlemak lainnya dalam jumlah besar.

Akibatnya, meskipun tetap mengandung pistachio, nilai gizinya bisa berbeda jauh dibandingkan kacang pistachio murni.

Baca Juga: Pusaran Kasus Suap Bea Cukai: Nama Raffi Ahmad Disebut dalam Sidang, KPK Tegaskan Belum Ada Bukti Keterlibatan

Dalam banyak produk dessert modern, pistachio lebih berfungsi sebagai penambah rasa dan aroma daripada sumber nutrisi utama.

Tren pistachio diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Selain menawarkan cita rasa premium yang khas, kacang ini juga memiliki nilai gizi yang membuatnya semakin diminati konsumen yang mencari makanan lezat sekaligus lebih sehat.

Dengan demikian, pistachio bukan sekadar tren kuliner sesaat. Namun untuk memperoleh manfaat kesehatannya secara optimal, konsumen tetap disarankan mengonsumsinya dalam bentuk alami dan tidak berlebihan, sementara dessert berbasis pistachio dapat dinikmati sebagai sajian sesekali. (*)

Editor : Nabila Agustin
#pistachio #kunafa #Dubai Chewy Cookies #kuliner #viral