RADAR KUDUS - Gehu pedas atau yang kerap disebut gehu hot jeletot menjadi salah satu camilan favorit, terutama saat bulan puasa sebagai takjil.
Cita rasanya yang pedas, gurih, dan renyah di luar, berpadu dengan isian sayuran yang melimpah dan sedikit manis, membuat makanan ini selalu menggugah selera.
Devina Hermawan membagikan cara membuat gehu pedas dengan hasil renyah tahan lama dan isian yang padat. Kunci utama dari resep ini terletak pada pemilihan tahu dan teknik pengolahan adonan.
Pemilihan Tahu dan Isian Sayur
Gunakan tahu pong sebagai bahan utama. Tahu jenis ini memiliki tekstur kopong sehingga mudah diisi tanpa perlu mengeluarkan bagian dalamnya.
Teksturnya juga lebih kering dan cocok untuk tahu isi. Namun, bagi yang tidak memiliki tahu pong, tahu putih atau tahu susu tetap bisa digunakan dengan cara digoreng terlebih dahulu lalu dikeluarkan sebagian isinya.
Isian Gehu terdiri dari kol dan wortel yang diiris pendek agar mudah dimasukkan ke dalam tahu. Toge bersifat opsional dan dimasukkan terakhir karena cepat layu. Kombinasi dari sayuran ini menghasilkan tekstur isian yang segar dan tidak kering saat digigit.
Bumbu Pedas Gurih yang Medok
Bumbu halus dibuat dari bawang merah, bawang putih, dan cabai merah keriting yang direbus terlebih dahulu.
Proses perebusan cabai bertujuan mengurangi aroma menyengat sekaligus membuat warna merah lebih keluar saat dihaluskan. Setelah diblender dengan minyak, bumbu ditumis dengan api sedang hingga harum.
Cabai rawit ditambahkan sesuai tingkat kepedasan yang diinginkan. Cabai ini cukup dihaluskan kasar agar sensasi pedasnya lebih terasa.
Setelah bumbu matang dan harum, sayuran dimasukkan dan dibumbui dengan garam, gula, serta kaldu bubuk.
Penambahan gula dalam jumlah seimbang penting untuk memberikan rasa gurih-manis khas tahu isi. Sedikit air ditambahkan agar isian tidak terlalu kering dan warnanya tetap segar.
Adonan Pelapis yang Renyah
Untuk adonan basah, campurkan tepung terigu, tepung beras, dan tepung maizena, lalu menambahkan baking powder agar hasil gorengan lebih renyah.
Bumbu yang digunakan cukup sederhana, yaitu garam, kaldu bubuk, dan merica.
Air dimasukkan secara bertahap hingga diperoleh konsistensi adonan yang tidak terlalu kental, sehingga lapisan tepung pada gehu tetap tipis namun garing.
Adonan ini tidak menggunakan telur agar hasil gorengan lebih renyah dan tahan lama.
Proses Pengisian dan Penggorengan
Isian sayur yang telah dingin dimasukkan ke dalam tahu pong hingga penuh.
Setelah itu, tahu dicelupkan ke dalam adonan basah, termasuk bagian lubang tahu, agar isian tertutup rapat dan tidak keluar saat digoreng.
Gehu kemudian digoreng dalam minyak panas dengan api sedang hingga berwarna keemasan.
Penggorengan dilakukan hingga benar-benar garing agar teksturnya tetap renyah meski sudah agak lama disajikan.
Jika menginginkan lapisan yang lebih tebal dan ekstra crunchy, adonan bisa dikucurkan kembali ke atas tahu saat awal proses penggorengan.
Gehu pedas ini memiliki lapisan luar yang tipis namun sangat renyah, dengan isian sayur yang padat, pedas, gurih, dan sedikit manis.
Karena menggunakan tahu pong, bagian dalamnya bisa diisi penuh sehingga setiap gigitan terasa lebih memuaskan. Isian yang tidak kering juga membuat rasa gehu lebih “medok” dan nikmat.
Gehu pedas ini cocok disajikan sebagai camilan harian maupun ide jualan karena bahannya sederhana dan rasanya digemari banyak orang. (Ghina)
Editor : Ali Mustofa