Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kelo Mrico Bu Yayuk Rembang, Perpaduan Ikan Sembilang Lembut dan Pepaya Muda Kriuk yang Bikin Ketagihan

Redaksi Radar Kudus • Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:29 WIB

MAKNYUS: Pemilik warung Yayuk menujukan sayur Kelo Mrico yang menjadi favorit pelanggan.
MAKNYUS: Pemilik warung Yayuk menujukan sayur Kelo Mrico yang menjadi favorit pelanggan.

Cita rasa kelo mrico terletak pada bahan baku ikan laut yang selalu segar, hasil tangkapan nelayan setiap hari.

Ikan tersebut diolah dengan racikan bumbu khas seperti jinten, kemiri, kunyit, kencur, asam, cabai rawit, dan merica yang dihaluskan.

Perpaduan bumbu itu menghasilkan kuah pedas segar yang kuat aromanya.

Baca Juga: Bukit Pandang Ki Santa Mulya, Pesona Alam dan Legenda di Lereng Kendeng Pati, di Sini Lokasinya

Disantap selagi hangat bersama potongan pepaya muda, sensasinya kian lengkap dan membuat siapa pun ingin kembali mencicipinya.

Kuah kelo mrico yang pedas dan sedikit kecut terasa pas untuk menghangatkan tubuh, terutama saat musim hujan.

Tak heran, banyak pelanggan yang datang kembali setelah sekali mencobanya.

Bu Yayuk Sulistiana, pemilik warung, menyebutkan bahwa kelo mrico memang memiliki kekhasan tersendiri dan jarang ditemui di daerah lain.

Sajian ini hanya bisa dijumpai di Kabupaten Rembang, karena menggunakan ikan laut khas pesisir yang dipadukan dengan pepaya muda sebagai sayuran pendamping.

Potongan pepaya muda memberikan tekstur renyah saat disantap, berpadu serasi dengan kuah yang segar dan pedas.

Baca Juga: Artis dan Influencer Lula Lahfah Meninggal Dunia di Apartemen Dharmawangsa, Polisi Temukan Obat dan Surat Rawat Jalan

Menu ini cocok dinikmati di tengah cuaca panas khas Rembang, karena mampu menghadirkan sensasi segar sekaligus mengenyangkan.

“Kami buka setiap hari, kecuali kalau ikan segar dari nelayan sedang kosong. Nelayan biasanya berangkat malam dan pulang pagi, jadi ikannya benar-benar fresh,” ujar Yayuk.

Jenis ikan yang kerap diolah antara lain manyung dan sembilang.

Dari keduanya, sembilang menjadi favorit pelanggan karena tekstur dagingnya lebih lembut, sementara manyung cenderung kenyal.

Warung Bu Yayuk mulai melayani pembeli sejak pukul 10.00 WIB dan biasanya sudah habis terjual sekitar pukul 14.00 WIB.

Baca Juga: Harga Emas Galeri24 dan UBS Kompak Meroket, UBS Tembus Rp2,9 Juta per Gram

Dalam sehari, warung ini bisa menghabiskan sekitar 40 hingga 60 kilogram ikan laut segar.

Untuk satu porsi lengkap dengan nasi, minuman es, dan kerupuk, harga dibanderol Rp30 ribu untuk bagian daging.

Sementara paket kepala ikan sembilang berukuran jumbo lengkap dengan nasi dan minuman dijual seharga Rp60 ribu, sedangkan ukuran sedang Rp50 ribu.

Kepala ikan menjadi incaran tersendiri karena sensasi menikmati tulang dan dagingnya yang khas.

Tak mengherankan jika area sekitar warung selalu dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat saat jam makan siang.

Cita rasa kelo mrico yang pedas, asam, dan kaya rempah membuat tubuh terasa hangat dan segar setelah menyantapnya.

Racikan merica, cabai, jinten, kencur, dan kemiri menjadi kunci kelezatan yang sulit dilupakan.

Beragam kalangan, mulai dari karyawan hingga pejabat, kerap singgah untuk menikmati sajian ini.

Dari mulut ke mulut, popularitas Warung Bu Yayuk pun terus meluas.

Tak heran, warung yang dirintis sejak empat tahun lalu tersebut kini menjadi salah satu rekomendasi wajib bagi pencinta kuliner khas Rembang. (noe)

 
 
 
Editor : Ali Mustofa
#ikan laut #rembang #Kuah kelo mrico #pelanggan #nelayan #pepaya muda