RADAR KUDUS – Harga durian Musang King mengalami penurunan tajam dan disebut-sebut sebagai yang terendah dalam satu dekade terakhir.
Fenomena yang dikenal dengan istilah tsunami durian ini membuat harga durian premium asal Malaysia tersebut anjlok hingga sekitar Rp 40 ribu per kilogram.
Selama ini, Musang King dikenal sebagai salah satu varietas durian termahal di pasaran. Di Indonesia, harganya kerap menembus Rp 100 ribu per kilogram.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, Kapan Tiket Kereta Bisa Dipesan? Ini Penjelasan KAI
Namun kondisi berbeda terjadi di Malaysia dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam kurun waktu satu bulan, harga Musang King dilaporkan turun lebih dari 60 persen.
Jika pada November 2025 durian ini masih dijual di kisaran RM20 per kilogram atau sekitar Rp 80 ribuan, maka pada akhir Desember 2025 harganya merosot menjadi sekitar RM10 per kilogram, setara Rp 40 ribuan.
Penurunan drastis ini mengejutkan para petani durian. Mengutip laporan The Star edisi 30 Desember, sejumlah pemilik kebun mengaku mengalami tekanan besar akibat merosotnya harga jual.
Seorang pemilik kebun durian, Lin Fu Yuan, mengatakan margin keuntungan petani sebenarnya sudah cukup tipis saat harga berada di level RM20 per kilogram.
Ia mengaku tidak menyangka harga akan terjun bebas dalam waktu singkat.
“Harga turun lebih dari 60 persen hanya dalam waktu singkat. Ini menjadi harga terendah yang pernah kami alami dan membuat kerugian tidak terhindarkan,” ujarnya.
Baca Juga: Duet Maut Doncic-LeBron Bawa Lakers Comeback Manis, Benamkan Grizzlies di Crypto.com Arena
Hal senada disampaikan petani durian asal Raub, Zou Sheng Zhe. Menurutnya, kelompok yang paling terpukul adalah petani penyewa lahan serta mereka yang menggelontorkan modal besar untuk perawatan kebun.
Faktor utama anjloknya harga Musang King disebut berasal dari melemahnya permintaan, terutama dari pasar ekspor seperti China.
Selain itu, melimpahnya pasokan durian di pasar domestik belum mampu diserap secara optimal, meski sedang memasuki masa liburan sekolah.
Istilah tsunami durian kini ramai diperbincangkan karena menggambarkan kondisi pasar yang dibanjiri pasokan durian dengan permintaan yang melambat.
Akibatnya, harga di tingkat petani jatuh drastis.
Pelaku industri durian berharap kondisi ini bersifat sementara dan harga bisa kembali membaik setelah musim panen puncak berakhir.
Sementara itu, konsumen justru memanfaatkan momentum ini untuk menikmati Musang King dengan harga yang jauh lebih murah dibanding biasanya.
Editor : Ali Mustofa