Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sop Udang Bapangan Jepara: Dari Zaman Pra Kemerdekaan ke Era TikTok Tetap Jadi Buruan

Redaksi Radar Kudus • Minggu, 24 Agustus 2025 | 16:00 WIB
Enak: Mencicipi Sop Udang Bapangan Khas Jepara
Enak: Mencicipi Sop Udang Bapangan Khas Jepara

RADAR KUDUS - Jepara memang identik dengan kuliner lautnya, tapi ada satu menu yang seolah jadi “primadona rasa”: Sop Udang Bapangan.

Bukan sekadar sajian kuliner biasa, menu ini telah bertahan lintas generasi sejak era pra kemerdekaan.

Siapapun yang berkunjung ke Jepara rasanya belum sah bila belum mampir dan mencicipi kuah gurih beraroma khas dari warung legendaris milik keluarga Hj. Suyati.

Berada di Jalan KH. Wahid Hasyim No.151, Kelurahan Potroyudan, Kecamatan Jepara, warung sederhana ini selalu ramai dipenuhi pelanggan. Di jam istirahat siang, pembeli bahkan sering kehabisan kursi karena antrean yang tak putus.

Baca Juga: Resep Praktis Tumis Telur Tomat, Menu Murah Meriah untuk Bekal Sehari-hari

Rasa yang Tak Pernah Ingkar Janji

Sekilas, penampilannya mirip sop sayur pada umumnya. Namun begitu sendok pertama menyentuh lidah, rasa gurih kaldu berpadu segarnya tomat, seledri, dan bawang goreng langsung membekas.

Ditambah udang tambak pilihan yang melimpah, kuah panasnya seakan menyajikan nostalgia rasa rumah.

Tak heran, banyak pelanggan menyebut sop ini bukan sekadar makanan, tapi pengalaman kuliner penuh kenangan.

Bagi penyuka sensasi pedas, tersedia sambal dengan level kepedasan sesuai selera. Inilah yang membuat Sop Udang Bapangan digemari lintas usia, dari mereka yang sekadar mampir hingga pelanggan setia yang tak pernah absen sejak puluhan tahun lalu.

Baca Juga: Resep Cabe Isi Perkedel Ikan: Camilan Gurih yang Bisa Jadi Lauk Istimewa

Jejak Sejarah Panjang Sop Udang Bapangan

Sop Udang Bapangan bukan kuliner baru. Jejaknya sudah ada sejak masa pendudukan Jepang.

Hidangan ini awalnya dirintis oleh Hj. Sarmini, kemudian diteruskan Hj. Suyati, hingga kini diwariskan kepada generasi ketiga, Sumini (43) dan Kuti (48).

Warung yang menyatu dengan rumah kuno itu memberi sensasi berbeda. Pengunjung serasa pulang ke rumah sendiri: sederhana, hangat, dan penuh nuansa tradisional.

Buka dari pukul 07.30 hingga 14.30, sajian ini disebut cocok disantap kapan saja, terutama saat panas terik karena kuahnya menyegarkan.

Harga Bersahabat, Rasa Tak Tergantikan

Harga seporsi nasi sop udang di warung ini sangat ramah di kantong, hanya Rp 13 ribu. Sebagai pelengkap, tersedia gimbal udang, aneka gorengan hangat, dan kerupuk yang semakin melengkapi cita rasa.

Selain sop udang, warung ini juga menyediakan sop ayam dan sayur lodeh. Namun, yang paling populer tentu saja sop udangnya yang sudah dinobatkan pelanggan sebagai “sop legend Jepara”.

Bahkan popularitasnya kian meroket setelah banyak warganet membagikan ulasannya di TikTok.

Testimoni Pelanggan Setia

Bagi Tejo (43), warga Ngasem, Kecamatan Batealit, sop udang di warung ini punya rasa yang tak pernah berubah.

“Sejak dulu sampai sekarang tetap sama. Segar, gurih, dan bikin ketagihan,” ucapnya sambil menyeruput kuah hangat ditemani teh panas.

Pengakuan pelanggan lama ini menegaskan konsistensi rasa yang terus dijaga oleh keluarga pewaris warung.

Tidak berlebihan jika Sop Udang Bapangan disebut sebagai ikon kuliner Jepara yang menyatukan sejarah, tradisi, dan selera.

Baca Juga: Resep Donat Ubi Kuning Empuk dan Cantik, Rahasia Antigagal dengan Metode Autolisis

Warisan Rasa yang Terus Hidup

Lebih dari sekadar makanan, sop udang ini adalah warisan kuliner yang menjaga ingatan kolektif warga Jepara.

Ia bukan hanya soal kuah kaldu atau udang segar, tetapi juga tentang cerita lintas generasi yang tetap hidup di meja makan.

Bagi Anda yang ingin merasakan perpaduan sejarah dan cita rasa, Sop Udang Bapangan adalah jawabannya. Sekali cicip, dijamin lidah akan merindukan untuk kembali.

Editor : Mahendra Aditya
#kuliner #makanan khas jepara #Sop Udang khas Jepara #kuliner jepara #Sop Udang Bapangan #kuliner radar kudus