PELAKU usaha restoran yang berbasis di hotel ikut meramaikan tahun bari Imlek.
Salah satunya dengan menyajikan menu khas Imlek, Siu Mi atau kerap dikenal sebagai mi panjang umur.
Oleh kalangan umat Tionghoa, Siu Mi dipercayai bisa membawa keberkahan, keberuntungan, dan umur yang panjang.
Mi panjang umur mirip dengan bakmi dan sajian mi goreng pada umumnya.
Namun yang membedakan adalah kekhasan jumlah telur dan cara memakannya.
Kalangan Tionghoa meyakini Siu Mi harus dimakan dengan sekali santapan dan tidak boleh dipotong-potong.
“Kalau dipotong-potong saat makan, nanti tidak jadi panjang umur,” kata Arry, koki Sekuro Village Beach and Resort Mlonggo.
Makanan ini hanya disajikan pada acara tertentu karena spesial.
Seperti acara pernikahan, saat Imlek seperti sekarang, dan acara ulang tahun.
Lalu, karena spesial, penyajiannya juga menggunakan telur ayam khusus.
Selain telur ayam yang berwarna merah, jumlah penyajiannya juga harus genap.
Tidak boleh ganjil dan tidak boleh berjumlah 4.
“Empat di kalangan Tionghoa itu kan artinya kematian. Jadi jumlah telur juga diatur. Lalu untuk telurnya kita olah sendiri dengan menggunakan sedikit pewarna yang sudah food grade ya tentunya. Merah ini perlambang hoki (keberuntungan),” kata Arry.
Sementara itu, soal bumbu dan cara memasaknya biasa dengan memasak bakmi goreng.
Cukup disediakan bakmi biasa, udang, sayur mayur seperti sawi, dan tomat untuk hiasan.
Semua bumbu ditumis dulu dengan minyak sayur. Lalu, tambahkan minyak wijen dan bahan-bahan lainnya. Tumis seperti biasa.
Sajikan dengan telur merah dengan jumlah genap dan tidak boleh berjumlah 4.
Kata Arry, menu khas Imlek ini juga diharapkan bisa menarik minat pengunjung yang tinggal di hotel.
Suasana Imleknya juga terasa. Apalagi saat tahun baru Imlek juga ada libur panjang. (nib/war)
Editor : Ali Mustofa