Pemilik RM Kampoeng Sawah Segaran Rifan Hamim mengatakan, penamaan keong srutup inilah yang membuat unik. Keong srutup hanya sekedar nama untuk memudahkan orang melakukan pemesanan.
Dia menjelaskan, srutup itu hanya sebutan cara menikmati sayur keong dengan langsung disrutup pakai mulut. Tidak pakai dicungkil dengan tusuk gigi. "Karena kalau dicucup dengan mulut bunyinya 'sruuup', lantas itulah akhirnya kami namakan keong srutup," ujarnya.
Menu andalan tersebut juga mempunyai cita rasa yang berbeda. Karena ciri khas keong srutup di Kampoeng Sawah Segaran memakai bumbu kemiri, disayur asem, dan pakai daun singkil.
"Serta diolah dengan bumbu rempah pilihan. Hidangan begitu segar saat dinikmati masih dalam kondisi panas," ungkapnya.
Dia menjelaskan, untuk inovasi kuliner tersebut, pihaknya juga menyediakan kemasan untuk frozen food. Selain sayur keong srutup daun singkil, pihaknya juga beberapa varian olahan keong lainnya seperti keong rica-rica, keong koplo, dan keong saus tiram.
Peminat kuliner tersebut tidak hanya dari Kudus saja, namun seluruh eks Karesidenan Pati. Bahkan ada beberapa pelanggan dari Semarang yang datang khusus untuk berburu sayur keong srutup daun singkil.
"Warga bisa menikmati sayur keong srutup daun singkil ini hanya dengan Rp 12.000," tambahnya. (adv) Editor : Abdul Rokhim