Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Santap Nasi Briyani Timur Tengah: Diasap 10 Menit, Rasanya Gurih Rempah

Ali Mustofa • Senin, 28 Maret 2022 | 00:20 WIB
MANTAP: Sajian nasi briyani khas Timur Tengah dengan taburan toping ayam kampung yang dimasak oleh Kira Kitchen. (GALIH ERLAMBANG W/ RADAR KUDUS)
MANTAP: Sajian nasi briyani khas Timur Tengah dengan taburan toping ayam kampung yang dimasak oleh Kira Kitchen. (GALIH ERLAMBANG W/ RADAR KUDUS)
BAU rempah-rempah menusuk ke hidung ketika wartawan kota ini mengunjungi resto di Perumahan Megawon Indah pada Jumat (25/3) sore. Si pemilik Almaziyyah, 43 baru selesai memasak nasi briyani. Usaha rumahan ini, menerima pesanan berbagai jenis nasi Arab.

Menurut Alma sapaan akrabnya, sebutan nasi kebuli sangat familier di Indonesia. Tapi  nasi khas dari Timur Tengah tidak hanya kebuli saja jenisnya. Ada berbagai macam jenisnya. Mulai dari Briyani, Mandhi, Kabsah, dan lainnya.

Yang membedakan dari sajian jenis nasi khas Timur Tengah ini adalah bahan baku pembuatannya. Ada yang takaran rempah-rempahnya sedikit maupun melimpah.

Salah satunya, nasi Briyani. Rasa rempah-rempahnya lebih nendang ketika dicicipi. Tekstur yang tidak begitu pulen dari beras basmati membuat bumbunya meresap. Tidak terlalu pedas dan rasanya lebih ke gurih.

Racikan bumbu nasi Briyani hampir sama dengan jenis nasi kebuli lainnya. Ketumbar, bunga lawang, cengkeh, kapulaga, kayu manis, dan lainnya adalah salah satu bahan yang digunakan. Bumbu tersebut dihaluskan dan ditaburkan ke ayam kampung. Proses ini kemudian diungkep. Kemudian kaldu hasil rebusan itu, dimasak menjadi satu dengan beras basmati.

”Ayam tetap digoreng, rasanya masih ada rempah-rempahnya,” katanya.

Photo
Photo
GALIH ERLAMBANG W/ RADAR KUDUS

Berbeda pembuatannya dengan nasi Mandhi. Alma menyebut, komposisi bumbu pada nasi Mandhi tidak terlalu berlebih. Semisal nasi Briyani membutuhkan delapan kapulaga, tetapi nasi Mandhi bisa kurang dari itu.

”Perbedaanya Nasi Mandhi lebih soft rasanya dan tidak terlalu pedas. Karena ini komposisi rempah-rempahnya tidak terlalu banyak,” ungkapnya.

Namun dari proses masaknya berbeda. Nasi Mandhi setelah diangkat dari kukusan, tidak langsung dihidangkan terlebih dahulu. Alma mengasap nasi tersebut dengan arang selama 10 menit. Rasa yang ditimbulkan akan lebih smookie.

”Kalau menurut testimoni kustemer saya, nasi Mandhi itu rasanya real mirip seperti di Arab,” katanya.

Masakan khas Timur Tengah ini dijual dengan harga yang bervarian. Dari porsi singel nasi Arab dengan daging ayam Rp 32 ribu, sedangkan daging kambing Rp 36 ribu. Porsi berenam untuk daging ayam Rp 190 ribu dan kambing Rp 210 ribu. Porsi nasi ber 12 daging ayam dibandrol Rp 375 ribu dan kambing Rp 425 ribu.

”Bisa dikombinasikan dengan sambel goreng kentang, perkedel, emping, tentunya menyesuaikan lidah orang lokal,” tambahnya. (gal/him) Editor : Ali Mustofa
#nasi khas Timur Tengah #komposisi bumbu #nasi Mandhi #nasi briyani #gurih rempah