KUDUS – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar Oktober Bahasa Festival (OKBAFEST) 2026 di Aula Masjid Darul 'Ilmi UMK, Rabu (28/10).
Kegiatan untuk memperingati Bulan Bahasa tersebut diisi dengan workshop penulisan antologi puisi bagi mahasiswa baru serta lomba baca puisi dan monolog bagi pelajar se-Kabupaten Kudus.
Rangkaian kegiatan diawali dengan workshop antologi puisi yang ditujukan khusus bagi mahasiswa baru PBSI UMK semester satu.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Pelatihan Menulis Puisi dan Penerbitan Antologi Puisi Mahasiswa PBSI” dengan menghadirkan Afif Khoiruddin, S.Pd., Gr. sebagai narasumber.
Workshop tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk mempelajari penulisan puisi sekaligus mengenal proses penerbitan karya dalam bentuk antologi.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan menulis dan menghasilkan karya sastra.
Selain workshop, OKBAFEST 2026 menghadirkan dua kategori perlombaan, yakni baca puisi tingkat SMP dan monolog tingkat SMA se-Kabupaten Kudus.
Sebelum mengikuti babak final, peserta terlebih dahulu menjalani seleksi secara daring dengan mengirimkan video penampilan masing-masing.
Dari proses seleksi tersebut, panitia memilih tiga finalis pada setiap kategori untuk tampil dalam babak final yang digelar pada hari pelaksanaan OKBAFEST.
Salah satu panitia OKBAFEST 2026, Atabika, mengatakan penyelenggaraan tahun ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi di bidang bahasa dan sastra.
Panitia juga menyiapkan sejumlah karya, seperti lukisan dan puisi, untuk ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
“Semoga OKBAFEST yang akan datang itu bisa lebih meriah dan bahwa di PBSI UMK bisa mengembangkan sastranya juga tidak di bahasanya doang,” ujar Atabika.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muria Kudus (UMK), Dr. Muhammad Noor Ahsin, M.Pd., mengatakan OKBAFEST merupakan kegiatan yang diselenggarakan untuk memperingati Bulan Bahasa melalui berbagai perlombaan yang berkaitan dengan bahasa dan sastra Indonesia.
Noor Ahsin menjelaskan, jenis perlombaan dalam OKBAFEST dapat berbeda setiap tahunnya, menyesuaikan kebijakan panitia.
Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah perlombaan, di antaranya stand-up comedy, baca puisi, dan karya tulis ilmiah.
Sementara itu, pada 2026, panitia menyelenggarakan lomba baca puisi tingkat SMP dan monolog tingkat SMA.
Selain perlombaan bagi pelajar, penyelenggaraan tahun ini juga dilengkapi workshop penulisan dan penerbitan antologi puisi bagi mahasiswa baru PBSI UMK.
Menurut Noor Ahsin, penyelenggaraan OKBAFEST berkaitan dengan peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang menegaskan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Peringatan Bulan Bahasa menjadi salah satu momentum untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan sastra Indonesia.
Ia juga menyoroti bahasa sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga dapat digunakan untuk menyuarakan persoalan sosial melalui berbagai bentuk karya.
“Bahasa itu memiliki kekuatan yang bisa kita gunakan untuk perjuangan,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Noor Ahsin berharap OKBAFEST dapat terus diselenggarakan secara konsisten setiap tahun.
Ia juga berharap kegiatan ini mampu meningkatkan minat dan bakat pelajar serta menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia. (saf)
Editor : Ali Mustofa