Desa Kauman, Masuk 25 Desa Terbaik Program Desa BRILiaN Batch 2 Tahun 2026 yang Digelar BRI 

Ali Mustofa • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 16:14 WIB
Desa Kauman Kudus mendapat pendampingan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) usai masuk Desa Terbaik Program Desa BRILiaN Batch 2 2026
Desa Kauman Kudus mendapat pendampingan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) usai masuk Desa Terbaik Program Desa BRILiaN Batch 2 2026

RADAR KUDUS - Prestasi membanggakan diraih Desa Kauman
Kecamatan Kota. Kali ini lolos seleksi dari 700 desa peserta.

Desa Kauman kini mendapat pendampingan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). 

Kabar itu sampai ke Kauman seusai Inaugurasi yang digelar secara daring pada 29 September 2026. 

Sebelumnya, desa Kauman sudah lebih dari sebulan ikut pelatihan. Kick-off Batch 2 berlangsung lewat Zoom mulai Selasa, 18 Agustus 2026. 

Sejak itu perangkat desa dan pengurus BUMDesa Kauman Berkah mengikuti materi dari dengan fokus pada pengembangan SDM dalam memetakan potensi dan merencanakan pengembangan jangka pendek hingga Panjang untuk eskalasi ekonomi desa. 

Tidak hanya itu, BRI juga memberikan pelatihan tata kelola dana desa, pengelolaan keuangan BUMDes dan koperasi desa, sampai pengembangan sektor unggulan. 

BRI membagi program ini menjadi tiga tahap. Yakni pelatihan daring selama dua bulan, pendampingan intensif bagi desa terbaik, dan penghargaan bagi desa unggulan.

Desa Kauman sekarang berada di tahap kedua yaitu tahap pendampingan.

Terhitung dari 12-26 Oktober Ajeng Faizah Nijma Ilma, M.E., Dosen Ekonomi Universitas Jendral Soedirman mendampingi secara intensif Desa Kauman.

Pendampingan dari Unsoed meliputi rancangan kerja sama, laporan keuangan BUMDes, strategi pengembangan potensi desa, dan peta potensi wilayah hingga Video profil desa.

Kepala Desa Kauman, Izzuddin Abdussalam menyampaikan terima kasih kepada dua pihak yang menurutnya paling berperan. 

“Kami berterima kasih kepada BRI dan Unsoed. Pelatihannya membuka wawasan kami, dan pendampingannya membantu kami membenahi hal-hal yang selama ini belum tertata,” ungkapnya.

Direktur BUMDesa Kauman Berkah, Ahmad Arinal Haq mengatakan, pelatihan membuka cara pandang baru bagi pengurus. 

“Kami dapat banyak insight, terutama soal perjanjian kerja sama dan perencanaan usaha. Kami juga belajar memetakan risiko sejak awal, jadi mitigasinya sudah disiapkan sebelum usaha berjalan,” ujarnya.

Arinal menambahkan bahwa pengurus akan memanfaatkan sisa waktu pendampingan untuk mengembangkan toko etalase desa yang menampung produk dari warga dan UMKM Desa Kauman. (lia)

Editor : Ali Mustofa
Desa BRILiaN Batch 2 desa kauman kudus ekonomi desa BUMDesa Unsoed Purwokerto