KUDUS – Keterbatasan lahan di lingkungan sekolah bukan menjadi halangan untuk mengenalkan dunia pertanian modern kepada anak-anak.
Sebaliknya, area kosong yang tidak terpakai justru menyimpan potensi besar jika disulap menjadi ruang belajar interaktif yang mengintegrasikan sains, teknologi, lingkungan, dan kewirausahaan.
Gagasan inovatif tersebut diwujudkan oleh Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Klumpit Little Farmers” di SD Negeri 7 Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.
Program ini memadukan urban farming, pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), dan pengenalan agripreneurship dalam satu rangkaian pembelajaran kontekstual yang menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.
Edu-Farm Jadi Laboratorium Alam
Sebelum program dilaksanakan, SDN 7 Klumpit memiliki area lahan terbuka yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembelajaran.
Melalui sentuhan tim pengabdian UMKU, lahan kosong tersebut berhasil disulap menjadi sebuah Green House Edu-Farm yang produktif.
Edu-Farm ini dirancang khusus menggunakan sistem budidaya hidroponik wick system (sistem sumbu) berkapasitas 50 lubang tanam.
Melalui fasilitas fisik ini, area sekolah telah bertransformasi menjadi laboratorium alam yang memungkinkan siswa mengamati proses pertumbuhan tanaman sekaligus memahami konsep kapilaritas air, penggunaan media tanam rockwool, dan pemanfaatan teknologi sirkulasi dalam pertanian.
Keberadaan fasilitas green house ini dirancang agar aman dan mudah diakses oleh anak usia sekolah dasar. Diharapkan, fasilitas ini tidak hanya digunakan selama kegiatan pengabdian berlangsung, tetapi menjadi aset permanen sekolah untuk pembelajaran muatan lokal dan sains di masa mendatang.
Belajar Sains dari Proses Menanam
Kegiatan utama yang melibatkan 18 siswa kelas 5 sebagai peserta ini tidak sekadar memberikan materi teori di dalam kelas.
Para siswa dilibatkan langsung (secara hands-on) mulai dari merakit pipa, menyiapkan media tanam, menyemai benih sayuran daun, merawat, hingga mengukur nutrisi menggunakan TDS meter.
Melalui Klumpit Little Farmers, kegiatan menanam dikembangkan menjadi media pembelajaran yang menghubungkan berbagai bidang ilmu berbasis STEM.
Unsur Science dikenalkan melalui proses pertumbuhan tanaman dan kebutuhan nutrisi. Unsur Technology diperkenalkan melalui penggunaan sistem budidaya hidroponik dan alat ukur kepekatan air.
Siswa juga dikenalkan pada aspek Engineering melalui pemahaman cara kerja perakitan instalasi pipa air, sedangkan unsur Mathematics diterapkan melalui aktivitas pengukuran pertumbuhan tanaman, perhitungan masa panen, hingga simulasi perhitungan hasil panen.
Pendekatan ini membuat siswa dapat melihat langsung bagaimana konsep sains diterapkan dalam kehidupan nyata.
Bukan Sekadar Menanam, Siswa Juga Belajar Wirausaha
Keunikan program ini tidak berhenti pada masa panen. Setelah berhasil membudidayakan sayuran secara hidroponik, siswa diajak untuk memahami bahwa hasil pertanian memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika dikelola dengan baik.
Mereka belajar mengenai proses pascapanen yang meliputi penyortiran, pembersihan, pengemasan higienis, dan pemberian label merek "Klumpit Little Farmers". Melalui kegiatan simulasi Market Day, siswa mendapatkan pengalaman awal mengenai agripreneurship (kewirausahaan pertanian).
Tujuannya adalah menumbuhkan pemahaman sejak dini bahwa sektor pertanian sangat adaptif terhadap inovasi, kreativitas, dan penciptaan nilai tambah, bukan sekadar identik dengan kegiatan tradisional di sawah.
Didukung Hibah BIMA 2026
Inovasi transformasi lahan dan edukasi berkelanjutan ini dapat terlaksana berkat dukungan penuh dari berbagai pihak.
Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) melaksanakan kegiatan ini dengan dukungan pendanaan melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (Hibah BIMA) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Ditjen Diktisaintek) Republik Indonesia Tahun 2026 (No. Kontrak: 611/Z-11/LPPM/UMKU/V/2026).
Pelaksanaan program ini juga mendapat dukungan dan fasilitasi penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMKU serta antusiasme yang luar biasa dari Kepala Sekolah, para guru, dan siswa SDN 7 Klumpit. (*)
Penulis: Herri Wijaya, S.Kom., M.M.; Fifi Endah Irawati, S.E., M.M.; Manggalastawa, M.Pd. (Tim Dosen/Pengabdian Universitas Muhammadiyah Kudus)
Editor : Ali Mustofa