KUDUS – Proses renovasi bangunan SD 4 Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, membuat puluhan siswa untuk sementara mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di lokasi alternatif.
Sebagian siswa harus belajar di rumah guru maupun warga sekitar, sementara lainnya menempati musala.
Kondisi tersebut terjadi karena bangunan sekolah dibongkar untuk menjalani program revitalisasi yang mendapat bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI senilai sekitar Rp984,9 juta.
Dana tersebut digunakan untuk membenahi sejumlah fasilitas sekolah.
Pekerjaan meliputi renovasi dua ruang kelas dengan perubahan atap genteng menjadi dak, renovasi dua ruang kelas lainnya, perbaikan toilet, serta pembangunan toilet baru.
Kepala SD 4 Undaan Kidul, Arif Wijayanto, mengatakan kegiatan pembelajaran di lokasi sementara sudah berlangsung sejak 29 Juli 2026.
Pemindahan tempat belajar dilakukan karena kondisi bangunan sekolah yang sedang dibongkar tidak memungkinkan digunakan untuk kegiatan belajar.
“Sejak 29 Juli 2026, pembelajaran dilakukan di rumah warga dan musala karena bangunan sekolah dibongkar sehingga tidak memungkinkan digunakan untuk kegiatan belajar,” ujar Arif saat ditemui di sekolah, Kamis (10/9/2026).
Saat ini, SD 4 Undaan Kidul memiliki 98 siswa. Mereka terdiri atas 17 siswa kelas I, 13 siswa kelas II, 13 siswa kelas III, 13 siswa kelas IV, 19 siswa kelas V, dan 13 siswa kelas VI.
Selama pekerjaan revitalisasi berlangsung, kegiatan belajar siswa dibagi ke dalam tiga lokasi. Siswa kelas I hingga IV mengikuti pembelajaran di rumah guru dan sejumlah warga yang berada di sekitar sekolah.
Sementara itu, kegiatan belajar untuk siswa kelas V dan VI dipusatkan di Musala Baitul Muttaqin, Desa Undaan Kidul.
Arif mengakui bahwa kegiatan belajar di rumah warga maupun musala belum dapat memberikan suasana senyaman ketika pembelajaran berlangsung di ruang kelas.
Namun, kondisi tersebut harus dijalani sementara waktu agar kegiatan pendidikan tetap berjalan selama pembangunan sekolah berlangsung.
“Untuk MBG juga tetap berjalan. Pihak SPPG bersedia mengantarkan makanan ke lokasi pembelajaran sementara siswa SD 4 Undaan Kidul,” tambahnya.
Arif menyampaikan, perkembangan pengerjaan revitalisasi sarana dan prasarana sekolah saat ini telah mencapai sekitar 30 persen.
Pihak sekolah berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal, yakni paling lambat 19 November 2026.
Setelah revitalisasi rampung, siswa diharapkan dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah dengan fasilitas yang lebih layak dan mendukung proses pembelajaran. (san)
Editor : Ali Mustofa