
KOTA - Sebanyak 500 pemain muda yang tersebar dalam jaringan pembinaan sepak bola Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) mulai diarahkan untuk melanjutkan karier ke jenjang yang lebih tinggi.
Salah satu targetnya yakni menembus akademi klub profesional, termasuk Elite Pro Academy (EPA) klub Liga 1 dan Liga 2.
Target tersebut menjadi bagian dari evaluasi perjalanan pembinaan yang telah berlangsung selama tujuh tahun.
Hal itu disampaikan CEO ASTI Kudus, Arif Budianto, dalam kegiatan Motive Action Class yang digelar di @Hom Hotel Kudus, belum lama ini.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 pemain berusia 12 hingga 17 tahun.
Momentum itu tidak hanya menjadi bagian dari peringatan tujuh tahun pembinaan, tetapi juga dimanfaatkan untuk menanamkan motivasi dan kesiapan mental kepada pemain sebelum melanjutkan ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Arif mengatakan, pemain muda perlu memiliki tujuan yang jelas selama menjalani proses pembinaan.
Menurutnya, kemampuan teknis di lapangan harus berjalan beriringan dengan mental dan karakter.
“Bagaimana mereka menemukan alasan untuk bergerak,” ujarnya.
Menurut Arif, program Motive Action Class telah berjalan selama empat tahun.



