11 Santri MA NU TBS Kudus Berhasil Raih Kesempatan Kuliah di Luar Negeri

Admin • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 08:26 WIB
SELAMAT: Sebanyak 11 santri MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus berhasil meraih kesempatan melanjutkan pendidikan ke sejumlah perguruan tinggi di luar negeri.
SELAMAT: Sebanyak 11 santri MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus berhasil meraih kesempatan melanjutkan pendidikan ke sejumlah perguruan tinggi di luar negeri.

KUDUS – Sebanyak 11 santri MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus berhasil meraih kesempatan melanjutkan pendidikan ke sejumlah perguruan tinggi di luar negeri.

Mereka adalah Alfian Rifqi Maulana asal Kudus yang diterima di Universitas Al Ahgaff, Yaman; Fachri Akbar Ibrahim asal Juwana, Pati, yang lolos di Gannan Normal University, China; serta Ubaidurrohman asal Ajung, Jember, Jawa Timur, yang diterima di Ta'limul Atiq melalui program beasiswa PBNU.

Selain itu, M Faiz Abdillah asal Kota Pekalongan berhasil diterima di dua perguruan tinggi sekaligus, yakni Ta'limul Aly Maroko melalui beasiswa Kementerian Agama serta Université de Sousse, Tunisia.

Sementara itu, tujuh santri lainnya akan melanjutkan studi di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Mereka adalah Afiq Madany Kaitsar (Jepara), M Fadhlan Hikam Wihdani (Brebes), M Rasya Prayogo (Piji, Dawe, Kudus), M Refa Maulana (Pudakpayung, Semarang), Fabian Raffy Wijaya (Babadan, Ponorogo), Ian Syauqi Al-Haq, dan M Zulfa Thoriqul Huda (Kuripan, Purwodadi, Grobogan).

Para santri tersebut secara resmi dilepas oleh pihak madrasah pada Sabtu (1/8/2026) pagi bersamaan dengan pelaksanaan apel santri. Prosesi pelepasan disaksikan para masyayikh, kepala madrasah, jajaran pimpinan, serta seluruh dewan guru.

Kepala MA NU TBS Kudus, K Syafi'i SPdI MPd, berpesan agar para santri menjaga akhlak dan kesungguhan selama menempuh pendidikan di luar negeri.

"Jagalah sikap tawadlu di mana pun berada dan jangan pernah melupakan almamater," pesannya.

Ia juga mendoakan agar seluruh santri diberikan kemudahan, kelancaran, serta keberkahan dalam menuntut ilmu sehingga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Irsyad Roxiyul Azmi SSos MPd menjelaskan bahwa tidak semua santri yang akan berangkat ke luar negeri dapat mengikuti acara pelepasan tersebut. Sebagian telah memiliki agenda lain, sementara beberapa santri berasal dari daerah yang cukup jauh, seperti Jember, sehingga tidak memungkinkan hadir dalam kegiatan tersebut. (*)

Editor : Admin
pesantren pendidikan tbs