Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Kabar Gembira! Murid TK Kini Resmi Dapat PIP Rp450 Ribu per Tahun, Simak Penjelasan Mendikdasmen

Ali Mustofa • Selasa, 7 Juli 2026 | 14:08 WIB
NGOBROL SANTAI: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat mengunjungi sekolah yang ada di Kecamatan Gebog, Kudus. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)
NGOBROL SANTAI: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat mengunjungi sekolah yang ada di Kecamatan Gebog, Kudus. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

KUDUS – Kabar gembira bagi keluarga dengan anak usia TK.

Mulai tahun ini, murid taman kanak-kanak dari keluarga sasaran resmi masuk dalam daftar penerima Program Indonesia Pintar (PIP).

Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat berkunjung ke Kudus.

Menurut Mu’ti, langkah ini merupakan bagian dari penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD) secara nasional, menyusul dimasukkannya TK ke dalam Program Wajib Belajar 13 Tahun.

“Program wajib belajar sekarang dimulai dari taman kanak-kanak. Karena pendidikan anak usia dini adalah fondasi yang menentukan keberhasilan pendidikan pada jenjang berikutnya,” tegasnya. 

Setiap murid TK penerima PIP akan mendapat bantuan Rp 450 ribu per tahun, dengan target sekitar 888 ribu murid TK se-Indonesia yang bakal merasakan manfaatnya.

Bagi Mu’ti, kebijakan ini adalah bukti nyata keberpihakan pemerintah pada pendidikan usia dini sekaligus dorongan agar makin banyak anak bersekolah sejak jenjang pra sekolah.

Bukan cuma murid, kualitas guru pun jadi sasaran pembenahan. Kementerian menyiapkan sekitar 150 ribu kuota beasiswa S1 bagi guru negeri maupun swasta yang belum memenuhi kualifi kasi akademik — termasuk guru PAUD, TK, hingga pendidikan nonformal.

Beasiswa senilai Rp 3 juta per semester ini disalurkan lewat skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Program ini dilengkapi pelatihan rutin bertajuk Satu Hari Belajar Guru, yang digelar bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), serta komunitas-komunitas guru.

Mu’ti menegaskan, peran guru TK sangat strategis karena merekalah yang pertama kali membentuk fondasi karakter dan kebiasaan belajar anak.

“Kalau pendidikan diibaratkan menanam pohon, maka pendidikan anak usia dini adalah menanam akar. Akar yang kuat akan menghasilkan pohon yang kokoh. Karena itu guru TK memiliki tugas yang sangat mulia,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan agar pembelajaran di TK tidak dijejali muatan akademik yang berat.

Fokus utama semestinya pada pembentukan karakter, kemampuan motorik, bahasa, kreativitas, keberanian, dan kemampuan bersosialisasi anak. 

“Jangan sampai anak TK dibebani pelajaran yang tidak sesuai usianya. Yang paling penting adalah mereka senang belajar, tumbuh percaya diri, mengenal aturan sosial, dan memiliki karakter yang baik,” pungkasnya. (san/ali)

Editor : Ali Mustofa
#daftar penerima pip #Murid TK #Kudus #abdul mu’ti #mendikdasmen