KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mulai mematangkan rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Jadi ke-477 Kudus yang akan berlangsung sejak Juli hingga puncaknya pada September 2026.
Beragam agenda telah disiapkan, mulai dari kegiatan budaya, forum ilmiah, hingga konser musik yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis.
Salah satu acara yang menjadi sorotan adalah upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penampilan 477 penari yang akan membawakan Tari Lajur Caping Kalo.
Penampilan kolosal tersebut disiapkan sebagai simbol peringatan usia ke-477 Kabupaten Kudus sekaligus menjadi daya tarik dalam perayaan tahun ini.
Selain pertunjukan seni, Pemkab Kudus juga akan menggelar sarasehan yang melibatkan kalangan akademisi untuk mengkaji kembali manuskrip bersejarah yang tersimpan di Menara Kudus.
Forum ilmiah tersebut bertujuan menelusuri dasar penetapan Hari Jadi Kudus sekaligus memperkaya kajian sejarah daerah.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kudus, Jatmiko Muhardi Setiyanto, mengatakan sarasehan ditargetkan dapat diselenggarakan paling lambat pada akhir Juli.
Menurutnya, agenda tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan Hari Jadi Kudus tahun ini.
Tidak hanya itu, masyarakat juga akan dihibur oleh penampilan sejumlah musisi nasional.
Penyanyi Charly Van Houten bersama grup musik Guyon Waton dijadwalkan tampil pada konser yang akan digelar di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus pada September mendatang.
Konser tersebut direncanakan terbuka untuk umum sehingga seluruh warga dapat menikmati hiburan tanpa dipungut biaya.
Jatmiko menjelaskan, meski pemerintah daerah tengah menerapkan efisiensi anggaran, perayaan Hari Jadi ke-477 Kudus tetap akan berlangsung semarak.
Pelaksanaan berbagai kegiatan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) karena didukung melalui kerja sama dengan berbagai pihak swasta.
"Daerah memang sedang melakukan efisiensi anggaran. Namun, peringatan Hari Jadi Kudus tetap kami laksanakan dengan menggandeng pihak swasta agar masyarakat tetap bisa menikmati berbagai hiburan," ujarnya.
Selain pemecahan rekor MURI, sarasehan, dan konser musik, sejumlah agenda lain juga masih disiapkan, di antaranya kenduren, kirab budaya, serta berbagai kegiatan tradisional yang menjadi ciri khas peringatan Hari Jadi Kudus.
Seluruh rangkaian acara diharapkan mampu menghadirkan hiburan sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan budaya daerah. (san)
Editor : Ali Mustofa