Kudus – Masyarakat Desa Langgardalem menggelar kirab budaya sebagai bentuk pelestarian tradisi sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kegiatan yang diikuti oleh masyarakat Desa Langgardalem tersebut merupakan hasil dari aspirasi warga yang menginginkan adanya sebuah agenda budaya di lingkungan desa. Aspirasi tersebut kemudian mendapat dukungan dari pemerintah melalui pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga kirab budaya ini dapat terlaksana dengan baik.
Kirab budaya tersebut berlangsung cukup meriah dengan dihadiri oleh warga desa Langgar Dalem yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk menyukseskan acara. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal hingga akhir acara, mulai dari persiapan peserta, arak-arakan kirab, hingga rangkaian penutupan.
Salah satu daya tarik dalam kirab budaya ini adalah hadirnya berbagai gunungan yang berisi hasil bumi, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, serta berbagai hasil pertanian lainnya. Selain itu, masyarakat juga membawa nasi yang dibungkus menggunakan daun jati dan daun pisang.
Gunungan dan nasi tersebut merupakan simbol rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, hasil panen, serta keberkahan yang diberikan kepada masyarakat Desa Langgardalem. Setelah prosesi kirab selesai, gunungan dan nasi tersebut diperebutkan oleh masyarakat sebagai tradisi yang diyakini membawa berkah serta menjadi simbol kebersamaan dalam berbagi rezeki.
Keunikan lain dari kirab budaya ini tampak dari busana yang dikenakan para peserta. Seluruh warga mengenakan pakaian berwarna putih sebagai lambang kesucian dan niat yang bersih dalam mengikuti kegiatan. Sementara itu, bawahan batik dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus menjadi identitas khas Kabupaten Kudus. Bagi peserta pria, penampilan dilengkapi dengan blangkon sebagai pelengkap busana adat Jawa yang mencerminkan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan tradisi leluhur.
Tujuan utama penyelenggaraan kirab budaya ini tidak hanya sebagai hiburan masyarakat, melaikan juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan persaudaraan. Melalui kegiatan tersebut diharapkan hubungan antarwarga semakin erat serta mampu menciptakan suasana yang harmonis, aman, dan damai di tengah kehidupan bermasyarakat. Selain itu, kirab budaya juga diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu melestarikan budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Pelaksanaan kirab budaya ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai salah satu agenda budaya desa. Selain menjadi sarana hiburan dan pelestarian tradisi, kirab budaya juga diharapkan mampu memperkuat rasa persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkenalkan kekayaan budaya Desa Langgardalem kepada masyarakat luas.
Dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh elemen masyarakat, kirab budaya ini diharapkan menjadi tradisi yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kehidupan sosial maupun budaya di Desa Langgardalem. (Akbar Anayaka)
Editor : Mahendra Aditya