Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tradisi Manten Tebu Resmi Buka Musim Giling PG Rendeng, Target 28 Ribu Ton Gula

Ali Mustofa • Kamis, 30 April 2026 | 11:07 WIB
SAKRAL: Sejumlah peserta mengikuti tradisi Manten Tebu di PG Rendeng, Kudus. (GALIH ERLAMBANG W/ RADAR KUDUS)
SAKRAL: Sejumlah peserta mengikuti tradisi Manten Tebu di PG Rendeng, Kudus. (GALIH ERLAMBANG W/ RADAR KUDUS)

KUDUS – Pabrik Gula Rendeng resmi memulai musim giling tebu dengan menggelar tradisi Manten Tebu pada Rabu (29/4).

Prosesi tahunan ini menjadi penanda dimulainya aktivitas penggilingan sekaligus wujud rasa syukur atas datangnya musim produksi gula.

Tahun ini, pabrik menargetkan produksi hingga 28 ribu ton gula.

Sebelum tebu pertama masuk ke mesin giling, digelar kirab yang menampilkan pasangan “pengantin tebu” lengkap dengan busana adat Kudus.

Rombongan karyawan PG Rendeng mengikuti di belakang sambil membawa batang tebu yang kemudian dimasukkan ke mesin secara simbolis sebagai tanda dimulainya musim giling.

General Manager PG Rendeng, Erwin Fitri Atmoko, menjelaskan bahwa tradisi Manten Tebu selalu dilakukan setiap awal musim giling sebagai bentuk doa dan ungkapan syukur.

Secara filosofis, pasangan temanten tebu memiliki makna tersendiri.

Pengantin pria diberi nama Raden Bagus Langgeng Laksono Wijoyo yang melambangkan sosok yang konsisten dalam berbuat kebaikan.

Sementara pengantin perempuan bernama Roro Sri Rahayu Semseming Manis yang mengandung doa agar kehidupan ke depan penuh kemuliaan dan kesejahteraan.

Tebu yang digunakan sebagai simbol pengantin diambil dari dua lokasi berbeda.

Tebu pengantin pria berasal dari lahan petani di wilayah Besito, sedangkan tebu pengantin perempuan diambil dari kebun milik perusahaan di Desa Peganjaran.

Pada musim giling tahun ini, PG Rendeng menargetkan peningkatan kapasitas produksi.

Total tebu yang akan digiling diproyeksikan mencapai 400 ribu ton, dengan target rendemen atau kadar gula sebesar tujuh persen.

Dari jumlah tersebut, produksi gula diperkirakan mencapai 28 ribu ton.

Erwin menyebutkan, capaian tersebut meningkat dibandingkan musim giling tahun sebelumnya yang hanya mencapai 328 ribu ton tebu tergiling.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, pasokan tebu berasal dari lahan seluas sekitar 5.400 hektar yang tersebar di lima kabupaten.

Selain itu, terdapat tambahan lahan milik PTPN di Jepara seluas 600 hektar yang turut menyuplai tebu ke PG Rendeng. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#manten tebu #pabrik gula rendeng #kirab #Musim Giling #Kudus