Ketua TP PKK Kudus Membuka Pelatihan Kue 18 Hari, Ini Tujuannya!

Andika Trisna Saputra • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 15:48 WIB
SIMBOLIS: Ketua TP PKK Kudus, Endhah Endayani Sam
SIMBOLIS: Ketua TP PKK Kudus, Endhah Endayani Sam'ani Intakoris menyerahkan keperluan memasak kepada peserta pelatihan usai membuka program tersebut di Rumah Dinas Wakil Bupati Kudus, Senin (6/4). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KOTA – Upaya mendorong kemandirian ekonomi keluarga terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kudus melalui pelatihan keterampilan bagi kader PKK.
Sejak Senin (6/4), puluhan ibu-ibu TP PKK mengikuti pelatihan pembuatan kue kering dan jajanan pasar yang digelar intensif selama 18 hari.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi UPTD BLK bersama TP PKK, serta lembaga pelatihan kerja LPKS Nida Course dan LPKS CNC.
Seluruh rangkaian pelatihan dipusatkan di Rumah Dinas Wakil Bupati Kudus, dengan dua jenis pelatihan yang berlangsung dalam satu lokasi.
Pantauan lokasi, peserta mendengar sambutan dalam pembukaan program pelatihan tersebut.
Alat-alar masak, seperti kompor, tabung gas, dan alat penunjang lain sudah disiapkan dan diletakkan disebelah timur Pendapa Rumah Dinas Wabup Kudus.
Usai membuka, peserta berkumpul sesuai kelasnya masing-masing dan diberi teori.
Sedangkan untuk praktiknya dimulai Selasa (7/4).
Ketua TP PKK Kudus, Endhah Endayani Sam'ani Intakoris, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari strategi pemberdayaan keluarga untuk membantu mengurangi pengangguran.
Menurutnya, pelatiham tidak sekadar memberikan teori, melainkan praktik langsung secara bertahap (step by step) agar peserta benar-benar menguasai keterampilan.
“Pelatihan ini membutuhkan komitmen penuh dari peserta. Jika sudah selesai dan memiliki niat usaha, kami harap bisa membuka lapangan kerja di lingkungan sekitar. Itu juga bagian dari upaya mengurangi pengangguran,” ujarnya usai membuka program pelatihan, Senin (6/4).
Pelatihan dijadwalkan berlangsung mulai 6 hingga 25 April 2026, dengan durasi lima jam setiap hari, yakni pukul 07.00 hingga 12.00 WIB.
Dengan waktu yang cukup intensif, peserta diharapkan mampu menghasilkan produk yang layak jual.
Endhah menambahkan, program ini menyasar peningkatan kesejahteraan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
Ia meyakini, ketika keluarga mandiri secara ekonomi, maka kesejahteraan daerah juga akan ikut terdongkrak.
Selain pelatihan, peserta juga didorong untuk mulai merintis usaha rumahan, khususnya di bidang olahan kue kering yang memiliki daya tahan lebih lama dan peluang pasar yang luas.
Ia juga membuka akses pemasaran melalui Dekranasda Kudus bagi produk-produk unggulan peserta.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kudus, Catur Widiyanto, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi sarana peningkatan kapasitas kader PKK agar mampu menciptakan peluang usaha baru.
“Peserta tidak hanya diajarkan cara membuat produk, tetapi juga diarahkan untuk melihat potensi usaha di lingkungan masing-masing,” jelasnya.
Program ini didanai nelalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2026.
Pemerintah berharap, keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha mandiri, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat pertumbuhan UMKM di Kabupaten Kudus.
Sebagai tambahan, pada tahun 2026 ini Pemkab Kudus juga membuka sebanyak 36 kelas pelatihan kerja bagi masyarakat umum dengan total anggaran sekitar Rp 2 miliar. 
Program tersebut diharapkan mampu menjangkau lebih banyak warga dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. (dik)
Editor : Andika Trisna Saputra
umkm pelatihan keterampilan Kudus TP PKK