KUDUS – Tumpukan sampah dan endapan yang tersangkut di pilar Jembatan Sungai Gelis dibersihkan oleh tim gabungan pada Rabu (11/3) pagi.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut aduan masyarakat melalui layanan Wadul Bupati dan Wakil Bupati Kudus yang masuk sehari sebelumnya.
Pembersihan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Tim yang terlibat antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH), relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), Satgas BPBD, serta tim rescue BPBD.
Pantauan di lapangan, petugas membersihkan sampah yang tersumbat di bawah jembatan.
Bongkahan kayu besar terlebih dahulu dipotong menggunakan gergaji mesin, kemudian diangkat menggunakan crane milik Dinas PUPR.
Sampah yang berhasil dikumpulkan selanjutnya dimuat ke dalam truk dump untuk dibuang.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan menurunkan tiga truk dump, masing-masing satu dari PKPLH dan dua dari PUPR, serta satu unit crane dari PUPR.
Sementara BPBD menyiapkan peralatan penunjang seperti gergaji mesin untuk memotong batang kayu yang tersangkut.
Sekretaris BPBD Kudus, Syarif Hidayah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan respon cepat atas laporan masyarakat terkait penumpukan sampah yang berpotensi menghambat aliran sungai.
Aduan tersebut diterima pada Selasa (10/3) dan langsung ditindaklanjuti pada hari berikutnya.
“Kami bersama dinas terkait dan relawan melakukan pembersihan sampah serta endapan yang berada di pilar jembatan Sungai Gelis. Ini tindak lanjut dari aduan masyarakat melalui Wadul Bupati dan Wakil Bupati,” ujarnya di lokasi kegiatan.
Syarif menjelaskan, jenis sampah yang ditemukan cukup beragam, mulai dari rumpun bambu, batang pohon besar, kayu jati, hingga sampah plastik.
Bahkan terdapat dua batang pohon dengan diameter sekitar dua meter yang menyangkut di pilar jembatan.
“Kalau dibiarkan tentu akan menghambat aliran air, meningkatkan debit, dan berpotensi merusak talud maupun pilar jembatan. Karena itu harus segera dibersihkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan pembersihan melibatkan sekitar 80 personel gabungan.
Meski dilakukan saat bulan Ramadan, para petugas tetap bekerja sejak pukul 07.30 WIB untuk menuntaskan penanganan sampah tersebut.
Menurutnya, penumpukan sampah di pilar jembatan umumnya disebabkan bentuk material seperti rumpun bambu yang panjang sehingga mudah tersangkut di bentang pilar.
Selain itu, adanya endapan di dasar sungai juga turut memperparah kondisi tersebut.
Ke depan, Dinas PUPR berencana melakukan pengerukan endapan sungai untuk memperlancar aliran air.
Namun pekerjaan tersebut baru akan dilakukan pada musim kemarau karena penggunaan alat berat di musim hujan dinilai cukup berisiko.
“Kami prinsipnya bekerja bersama di bawah arahan bupati, berkolaborasi dengan semua OPD dan relawan. Dengan kerja bersama, penanganan bisa lebih cepat dan hasilnya lebih efisien,” katanya. (dik)
Editor : Ali Mustofa