KUDUS – Ribuan suporter memadati Pendopo Kabupaten Kudus, Jumat (27/2) malam.
Mereka larut dalam nonton bareng (nobar) laga panas antara Persiku Kudus melawan Persipal yang dimulai pukul 20.30 WIB.
Sejak sebelum kick off, halaman hingga bagian dalam pendopo sudah dipenuhi supporter Persiku.
Pantauan di lokasi, jumlah penonton kali ini jauh lebih banyak dibanding nobar sebelumnya yang dihadiri sekitar 2.000 orang.
Pada nobar kedua ini, massa membludak hingga memenuhi halaman.
Suasana terasa semakin hidup dengan suara drum, teriakan yel-yel, serta lagu-lagu dukungan yang dinyanyikan bersama penuh semangat.
Wajah-wajah tegang sempat terlihat ketika Persiku kebobolan satu gol.
Beberapa penonton tampak memegang kepala, tak percaya bola bersarang ke gawang tim kebanggaan mereka.
Namun ketegangan itu berubah menjadi euforia saat Persiku membalas dan bahkan tampil menggila dengan mencetak empat gol.
Tuan rumah Persipal Palu menelan kekalahan telak dari Persiku Kudus dengan skor 1-4 dalam laga pekan ke-21 Championship Liga 2 2025/2026.
Igor Henrique menjadi aktor kemenangan Persiku lewat catatan hattrick pada menit ke-17, 51, dan 63.
Satu gol tambahan dicetak Imam Bagus pada menit ke-78.
Sementara gol balasan Persipal Palu dicetak Wiraja Aria pada menit ke-27.
Sorak sorai pun mengguncang pendopo setiap kali bola menjebol gawang lawan.
Lompatan serentak, pelukan antar suporter, hingga teriakan kemenangan menjadi pemandangan yang tak terelakkan.
Tarian spontan pecah di berbagai sudut, menciptakan atmosfer stadion di jantung Kota Kudus.
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, tampak berdiri di tengah kerumunan penonton saat Persiku mencetak gol.
Ia mengangkat kedua tangan saat gol tercipta, diikuti lompatan dan teriakan gembira para suporter di belakangnya.
Bersama Kapolres dan Komandan Kodim, ia turut menjaga dan mengawal jalannya nobar agar tetap tertib.
“Alhamdulillah Persiku menang 1-4. Kami bersama Kapolres dan Dandim menjaga, mengawal, membersamai para suporter Persiku Kudus. Alhamdulillah tertib dan baik. Ini fasilitas untuk teman-teman semuanya, tidak harus ke Solo. Bisa di pendopo bareng-bareng, sungguh asyik,” ujarnya usai laga.
Ia bahkan menyebut kemenangan ini sebagai “lailatul qadar”-nya Persiku, sekaligus menyemangati tim agar terus bertahan dan menargetkan juara Liga 2.
Duel Persipal vs Persiku sendiri digelar di Stadion Sriwedari, Solo, selama Ramadan.
Kedua tim memutuskan bermarkas di stadion tersebut karena tidak bisa menggelar laga malam hari di kandang masing-masing, yakni Stadion Gawalise Palu dan Stadion Wergu Wetan Kudus.
Menariknya, euforia tak berubah menjadi euforia liar.
Di halaman pendopo, beberapa suporter memang menyalakan flare dan kembang api sebagai bentuk perayaan.
Namun setelah acara usai, mereka bergotong royong membersihkan sampah, memastikan Pendopo Kabupaten Kudus tetap bersih. (dik)
Editor : Mahendra Aditya