KUDUS – Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus menjadi magnet baru bagi pelajar dan pekerja lepas selama Ramadan.
Fasilitas WiFi gratis tanpa kata sandi yang disediakan pemerintah daerah membuat pengunjung betah berlama-lama mengerjakan tugas, mencari referensi, hingga bekerja jarak jauh.
Ikhsan Ari (22), mahasiswa Semester 9 Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menjadi salah satu pengunjung yang memanfaatkan layanan tersebut.
Warga Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus itu datang sekitar pukul 11.00 WIB untuk mengerjakan skripsi.
Ia mengaku baru pertama kali berkunjung ke perpustakaan tersebut setelah mengetahui informasi dari media sosial TikTok.
“Saya coba sendiri akses WiFi gratisnya, ternyata memang ada dan tanpa password. Sangat membantu untuk mencari referensi jurnal,” ujarnya, Rabu (25/2).
Menurut Ikhsan, kecepatan internet tergolong cepat saat kondisi tidak terlalu ramai.
Namun ketika jumlah pengguna meningkat, koneksi terasa sedikit melambat.
Ia berharap kapasitas jaringan bisa ditingkatkan agar tetap stabil meski pengunjung membludak.
“Karena ini perpus ramai, kemungkinan makin banyak yang datang. Semoga ke depan tidak ngelag supaya semua bisa nyaman,” harapnya.
Datang sendirian, Ikhsan merasa lebih fokus mengerjakan skripsi di perpustakaan dibanding di rumah atau tempat lain.
Suasana yang tenang serta dukungan WiFi gratis menjadi kombinasi ideal untuk menyelesaikan tugas akhir.
Hal senada disampaikan Afa Mutiara (22), pekerja freelance yang datang sekitar pukul 10.00 WIB bersama temannya.
Ia memanfaatkan perpustakaan sebagai lokasi work from anywhere (WFA).
“Selain ada WiFi gratis, tempatnya juga nyaman untuk kerja pakai laptop. Saya sering ke sini untuk baca buku sambil menyelesaikan pekerjaan,” katanya.
Menurutnya, selama Ramadan suasana perpustakaan lebih kondusif dibanding kafe.
“Di bulan puasa lebih enak di perpus daripada di kafe. Lebih tenang dan produktif,” tambahnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kudus, Satria Agus Himawan, menjelaskan bahwa penyediaan WiFi gratis di ruang publik merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan internet masyarakat.
Layanan tersebut dapat langsung diakses tanpa password agar lebih praktis.
“Ini sebagai bentuk support kami di tahun ini, kami pasang WiFi gratis di ruang publik,” ujarnya.
Meski terbuka dan gratis, Diskominfo tetap mengedepankan prinsip internet sehat.
Sistem telah dilengkapi perangkat lunak penyaring sehingga tidak dapat digunakan untuk mengakses situs negatif seperti judi online maupun pornografi.
Pemerintah ingin memastikan fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan positif, termasuk belajar, bekerja, dan meningkatkan literasi digital masyarakat Kudus. (dik)
Editor : Ali Mustofa