Tapi juga evaluasi serius terhadap sejumlah pekerjaan rumah.
Tantangan infrastruktur dan ketenagakerjaan menjadi fokus pembenahan demi memastikan arah pembangunan tetap berada di jalur yang tepat.
Data menunjukkan tingkat pengangguran terbuka berada di angka 3,23 persen. Ini sedikit di atas target 3,15 persen.
Kondisi ini dipengaruhi perlambatan sektor manufaktur serta meningkatnya jumlah angkatan kerja baru.
Di sisi lain, Indeks Infrastruktur Daerah tercatat 66,02 dari target 68,99, sedangkan Indeks Integritas Daerah berada di angka 72,15 dari target 77,41.
Pemerintah menegaskan evaluasi ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan dasar perbaikan kebijakan ke depan.
Sebagai respons, Pemkab Kudus memperkuat program Saber Jalan dan Saber LPJU guna meningkatkan kemantapan infrastruktur.
Perbaikan lampu penerangan jalan umum serta penambalan jalan berlubang digencarkan di berbagai titik.
Langkah ini diprioritaskan agar mobilitas warga tetap aman dan aktivitas ekonomi tidak terganggu.
Hasil inventarisasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mencatat 3.570 titik jalan berlubang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kudus.
Kerusakan tersebut dipicu banjir yang terjadi setelah hujan berturut-turut pada Desember hingga Januari lalu.
”Saat ini sudah dikerjakan titik yang harus diselesaikan. Kita beri semangat kepada para pekerja agar penambalan bisa segera tuntas,” ujar Sam’ani belum lama ini.
Bantuan keuangan desa juga diarahkan untuk pembangunan sarana prasarana lingkungan, termasuk dukungan operasional RT/RW, BPD, dan perangkat desa.
Pembangunan jalan usaha tani (JUT) serta jaringan irigasi diprioritaskan untuk menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah.
Tak hanya itu, pembukaan jalur alternatif di kawasan Rahtawu diproyeksikan menjadi rute evakuasi jika jalur utama terdampak longsor.
Selain fungsi mitigasi bencana, jalur tersebut diharapkan membuka akses ekonomi baru.
”Di sini ada kebun kopi, jagung, dan potensi wisata. Jalan ini akan menjadi akses ekonomi baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Penguatan rumah sakit dan fasilitas kesehatan, subsidi pupuk dan benih, serta peningkatan daya tarik wisata, budaya, dan olahraga turut menjadi strategi memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Di tengah tantangan transfer dana pusat 2026, Kudus memilih tetap optimistis.
Satu tahun telah menunjukkan arah. Perjalanan masih panjang, namun langkah awal telah ditempuh dengan keyakinan menuju “Kudus Sehat”, sejahtera masyarakatnya, harmoni warganya, dan takwa dalam nilai serta tindakan. (dik/him)
Editor : Ali Mustofa