Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Terdengar Suara Dentuman, Sembako Untuk Tahlilan di Pladen Kudus Terendam Air

Galih Erlambang Wiradinata • Kamis, 5 Februari 2026 | 14:14 WIB

TERDAMPAK: Rumah warga, Kamsi terendam banjir akibat tanggul jebol di Sungai Nglangak.
TERDAMPAK: Rumah warga, Kamsi terendam banjir akibat tanggul jebol di Sungai Nglangak.
 

KUDUS - Tanggul jebol di Dukuh Jawi, Desa Pladen, Jekulo membuat sejumlah rumah milik warga terendam banjir, Kamis (5/2).

Warga cukup kaget saat air sungai yang limpas dan masuk sepersekian detik ke rumah.

Salah satu warga Desa Pladen, Kamsi, 63 harus gigit jari saat banjir yang datang tersebut secara tiba-tiba.

Di rumahnya sedang mengalami duka cita, karena suaminya meninggal dunia.

Rumah, Kamsi yang terbuat dari bangunan semi permanen terendam air. Ketinggian air di dalam rumahnya sekitar 15 sentimeter.

Air yang masuk ke dalam rumah tersebut membuat bahan sembako untuk keperluan tahlilan terendam air.

Kondisi itu, membuat bahan tersebut tidak bisa dimasak dan dihidangkan untuk keperluan tahlilan.

”Bahan masak basah semua, ini untuk keperluan tahlilan hari ketiga dan tidak bisa dimasak,” kata nenek yang hidup sebatangkara tersebut.

Sementara itu, Wakinah warga RT 2 RW 4, Desa Pladen kediamannya berdekatan dengan tanggul jebol. Rumahnya persis berada di sebelah selatan tanggul.

Saat kejadian tersebut, intensitas hujan yang turun cukup tinggi sejak Rabu (4/2) malam.

Sekitar Kamis (5/2) pukul 04.00 tanggul yang ada di dekat rumahnya tersebut jebol.

Jebolan tanggul tersebut membuat air limpas ke rumah warga begitu juga dengan rumah Wakinah.

Ketika tanggul jebol tersebut, Wakinah mendengar suara dentuman. Dimungkinkan suara tersebut bersumber dari rubuhnya tanggul di Sungai Nglangak.

”Saya mendengar suara bluk, ketika  itu saya sedang duduk di rumah, air datang cukup cepat. Ketinggian air sekitar se dada di dalam rumah,” ungkapnya.

Air yang merendam rumahnya, membuat Wakinah harus dievakuasi ke rumah anaknya. Kebetulan berada tak jauh dari lokasi tanggul, sekitar 100 meter.

Banjir yang limpas ke rumahnya membuat sejumlah material seperti tanah dan lumpur memenuhi di dalam ruangan.

Keluarga, masyarakat, TNI, Polri, dan BPBD Kudus melakukan gotong royong membersihkan lumpur yang mengendap di rumah Wakinah.

Lumpur dan tanah tersebut digunakan untuk membuat tanggul darurat setelah dibersihkan.

Munir, salah satu warga terdampak banjir mengakui genangan banjir di dalam rumah mencapai lutut orang dewasa yang terjadi Kamis (5/2) pukul 04.00 WIB.

Karena rumahnya masih ada genangan air, maka dirinya menggunakan mesin pompa penyedot air agar cepat surut.

"Banjir yang terjadi ini cukup parah, karena tanggulnya sampai jebol. Biasanya air cepat surut karena limpas, ini surutnya lama dikarenakan ada tanggul jebol,” jelasnya. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#hujan #terendam banjir #sembako #tahlilan #Kudus