Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bupati Kudus Tinjau Lokasi Pengungsian di Desa Loram Kulon, Bagikan Mainan untuk Anak

Andika Trisna Saputra • Rabu, 14 Januari 2026 | 18:20 WIB
HIBUR: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris membagikan mainan kepada anak-anak penghuni posko pengungsian, Rabu (14/1). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
HIBUR: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris membagikan mainan kepada anak-anak penghuni posko pengungsian, Rabu (14/1). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS - Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengunjungi pengungsi banjir yang menempati Gedung Muslimat NU Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Rabu (14/1).

Para pengungsi tersebut merupakan warga Desa Jetiskapuan yang terdampak banjir cukup parah akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Dalam kunjungannya, Bupati Sam’ani meninjau langsung kesiapan posko pengungsian sekaligus memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi, dinas, serta relawan yang terlibat dalam penanganan kebencanaan di Kabupaten Kudus.

“Kami hadir untuk melihat langsung kondisi pengungsi dan kesiapan teman-teman dari berbagai instansi dan dinas. Kami juga menyalurkan bantuan logistik,” ujar Sam’ani.

Selain bantuan logistik, Bupati Kudus juga membagikan mainan kepada anak-anak pengungsi.

Upaya tersebut dilakukan untuk menghibur anak-anak agar tidak trauma dengan kondisi banjir yang dialami.

Ke depan, pengungsi juga akan mendapatkan bantuan berupa televisi layar besar sebagai sarana hiburan dari Rumah Sakit Mardi Rahayu.

“Alhamdulillah anak-anak bisa terhibur. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada siapa pun yang telah membantu meringankan beban kebencanaan ini. Semoga keikhlasan dalam membantu mendapatkan pahala yang berlipat,” tambahnya.

Sam’ani menyebutkan, wilayah terdampak banjir di Kabupaten Kudus meliputi sekitar tujuh kecamatan dengan kurang lebih 60 desa.

Beberapa titik pengungsian berada di Desa Pasuruhan Lor, Loram Kulon, Payaman, Kesambi, Ngembalrejo, serta sejumlah lokasi lainnya.

Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Kudus untuk turut mendukung dan membantu penanganan kebencanaan, baik melalui bantuan logistik, tenaga, maupun dukungan lainnya.

Sementara itu, penanggung jawab Posko Pengungsian Desa Loram Kulon, Abdul Haris, menjelaskan bahwa hingga pukul 14.00 WIB jumlah pengungsi tercatat sekitar 54 kepala keluarga atau 140 jiwa, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

Posko tersebut masih mampu menampung hingga sekitar 300 orang.

“Kebutuhan logistik dan obat-obatan sejauh ini sudah terpenuhi. Kebutuhan dasar seperti makan dan mandi sudah kami siapkan, termasuk bantuan dari berbagai instansi dan masyarakat. Untuk makan, dapur umum berada di Desa Jati Wetan,” jelasnya.

Ia menambahkan, posko pengungsian telah dilengkapi tujuh bilik kamar mandi.

Seluruh pengungsi di Loram Kulon merupakan warga Desa Jetiskapuan yang mulai dievakuasi dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB.

Informasi sementara, masih ada kemungkinan pengungsi tambahan yang akan menyusul.

Koordinator pengungsi banjir Desa Jetiskapuan, Nur Hasim, menyampaikan bahwa air mulai meninggi sejak Selasa (13/1) sekitar pukul 22.00 WIB.

Ketinggian air di wilayah tersebut mencapai 75 hingga 100 sentimeter, sementara air yang masuk ke rumah warga rata-rata setinggi 50 sentimeter.

“Wilayah paling parah ada di RW 2 dan RW 5. RW 1 dan RW 3 juga terdampak, meski sebagian,” ujarnya.

Salah satu pengungsi, Sofiati (56), warga Desa Jetiskapuan, mengaku daerah tempat tinggalnya memang kerap dilanda banjir.

Menurutnya, setiap kali banjir, air biasanya baru surut setelah satu hingga dua minggu.

“Tadi dievakuasi dan dibawa ke sini. Saya juga punya penyakit kaki, jadi jalan pakai tongkat. Di rumah saya tinggal bersama anak laki-laki saya, nanti juga menyusul ke sini,” tuturnya. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#pengungsian #mainan anak #Hibur #terdampak banjir #bupati kudus