RADAR KUDUS – Kepolisian memberlakukan pengalihan arus lalu lintas bagi kendaraan besar, khususnya bus dan truk, dari arah Kota Kudus menuju kawasan wisata Makam Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe.
Rekayasa lalu lintas ini diterapkan menyusul terjadinya longsor pada akses jalan menuju Colo pada Jumat (9/1) malam.
Kasat Lantas Polres Kudus AKP Royke Noldy Darean menjelaskan, informasi pengalihan arus disampaikan kepada masyarakat sekitar pukul 10.25 WIB, Sabtu (10/1/2026), setelah bencana longsor terjadi di jalur tersebut.
Baca Juga: Hujan Deras Picu Banjir di Kudus, Perumahan dan Jalur Pantura Tergenang, Warga Dievakuasi
“Kami menginformasikan pengalihan arus menuju Colo atau Makam Sunan Muria karena adanya kejadian tanah longsor,” ujarnya.
Royke menambahkan, petugas kepolisian telah memasang water barrier serta garis polisi di sekitar titik longsor.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah masyarakat mendekati area berbahaya, mengingat potensi terjadinya longsor susulan masih cukup tinggi.
“Lokasi longsor berada tepat di depan pintu portal menuju Makam Sunan Muria. Kami pasang pembatas jalan dan police line agar warga tidak mendekat ke lokasi,” jelasnya.
Sejumlah personel juga disiagakan di sekitar lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan keselamatan pengguna jalan.
Untuk sementara, kendaraan bus dan truk dari arah Kudus yang hendak menuju kawasan wisata Sunan Muria diarahkan berhenti di Terminal Bakalan Krapayak.
Dari titik tersebut, wisatawan melanjutkan perjalanan menggunakan jasa ojek menuju Colo.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Longsor di Sejumlah Titik Kabupaten Kudus, Relawan Bergerak Cepat
“Kendaraan besar, termasuk bus berkapasitas 10 hingga 20 penumpang, kami alihkan melalui Bakalan Krapayak masuk wilayah Kecamatan Kaliwungu,” terangnya.
Sementara itu, bus dari arah timur atau Kabupaten Pati yang menuju Colo masih diperbolehkan langsung menuju area parkir Makam Sunan Muria.
Ia juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar tetap waspada dan mengurangi kecepatan saat melintas di jalur rawan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kudus bergerak cepat menindaklanjuti ambrolnya talud jembatan di Desa Colo.
Sebagai langkah darurat, sisa material longsoran ditutup menggunakan terpal guna mencegah pergerakan tanah lanjutan.
Baca Juga: Jalan Pantura Terendam, Enam Rumah di Singocandi Kudus Kena Dampak Banjir
Talud tersebut diketahui runtuh pada Jumat malam setelah sebelumnya BPBD Kudus melakukan pengecekan dan menemukan adanya retakan pada struktur bangunan.
BPBD sempat mengimbau warga agar tidak melintasi area tersebut. Namun, tingginya curah hujan menyebabkan retakan semakin melebar hingga talud akhirnya ambrol.
Pemkab Kudus membentangkan terpal sepanjang kurang lebih lima meter untuk menutup bagian talud yang tersisa.
Selain itu, akses jalan menuju pintu masuk kawasan wisata Colo juga dialihkan sementara.
Kendaraan bus peziarah diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Desa Dukuhwaringan guna menghindari lokasi terdampak longsor.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, penutupan area longsor menggunakan terpal merupakan upaya darurat agar tanah tidak semakin jenuh oleh air hujan.
“Untuk sementara kami tutup dengan terpal agar tidak terjadi longsor susulan. Ini langkah penanganan awal,” katanya.
Ia menyebutkan, talud yang ambrol tersebut sebenarnya masih tergolong baru.
Baca Juga: Bupati Kudus Sam'ani Bancaan di Pasar Saerah Tinjau Relokasi Pedagang Sayur Malam Pasar Bitingan
Namun, intensitas hujan yang tinggi ditambah aliran sungai yang tersumbat mengakibatkan struktur talud terkikis hingga runtuh.
Terkait status penutupan akses jalan menuju Desa Colo, Sam’ani mengaku masih menunggu kepastian lebih lanjut.
Pasalnya, ruas jalan yang terdampak merupakan jalan provinsi sehingga penanganannya dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Karena ini jalan provinsi, kami berkoordinasi dengan Bina Marga Provinsi Jawa Tengah untuk penanganan selanjutnya,” jelasnya.
Selain longsor di Desa Colo, bencana serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Rahtawu. Namun, dampaknya dinilai tidak sebesar longsor yang terjadi di kawasan Colo. (gal)
Editor : Ali Mustofa