KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris melakukan pengecekan lokasi Pasar Saerah. Ia mengamati setiap detail kondisi atap untuk lapak los, kemudian kondisi lantai dan menyempatkan juga salat berjamaah di Musala, sekaligus memastikan kelayakan air dan kebersihan yang menjadi faktor penunjang Pasar Saerah.
”Kami sebagai pelayan publik masak ya membiarkan rakyatnya terlunta-lunta. Kami mencarikan tempat dan biaya yang masih bisa dijangkau pedagang,” ungkapnya.
Lanjut, Sam’ani, Kepindahan pedagang sayur malam Pasar Bitingan ini supaya arus lalu lintas di sekitar menjadi nyaman dan juga bakal ada pembangunan Smart Hospital yang ada di lahan Eks Matahari.
Relokasi pedagang sayur malam Pasar Bitingan ke Pasar Saerah di Kudus dijadwalkan Kamis (8/1) 2026 malam. Ada sekitar 405 pedagang yang siap menempati los dan kios di pasar swasta tersebut.
Untuk memastikan kesiapan tempat, Bupati Sam’ani langsung memastikan lokasi benar-benar siap ditempati, baik los dan kios Pasar Saerah yang nantinya ditempati para pedagang. Ia menyebut, kondisi Pasar Saerah sangat layak sebagai tempat berdagang.
“Kalau hujan tidak kehujanan, tidak mengganggu lalu lintas atau pengguna jalan lain, dari keamanan dan ketertiban kondisinya baik,” ujar Sam’ani.
Ia berharap, dengan menempati tempat yang baru dan lebih layak, para pedagang dapat melakukan aktivitas jual-beli dengan nyaman. Sehingga, dapat berdampak baik pada meningkatnya perekonomian masyarakat.
“Disini tidak membeli kios, tapi hanya cukup membayar sewa. Sehingga, nanti dengan adanya pasar yang bagus, sampah dikelola dengan baik, interaksi pedagang dan pembeli ramai, bisa meningkatkan perekonomian,” tandasnya.
Bupati Sam’ani juga mengatakan, menghargai perbedaan pendapat yang terjadi, ada beberapa pedagang yang masih menolak untuk pindah. Tetapi regulasi akan tetap dijalankan, tentunya dengan langkah-langkah yang humanis.
“Yang menolak kalau di jalan kami tertibkan, kalau yang di dalam silahkan, pelan-pelan mau pindah, asalkan tidak mengganggu ketertiban dan tidak meninggalkan sampah,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kudus Djati Solehah mengatakan, relokasi pedagang akan diwarnai dengan acara doa bersama di Pasar Saerah pada Kamis (8/1) malam sekitar pukul 20.00.
Saat ini, tercatat ada sebanyak 405 pedagang yang telah lolos verifikasi dan mengambil nomor tempat di Pasar Saerah. Terdiri dari, 102 pedagang menempati kios berukuran 3×3 meter persegi dan 303 pedagang menempati los berukuran 2×2 meter persegi.
“Kalau kapasitasnya ada 545 tempat untuk berjualan, terdiri dari 108 kios dan 437 los. Sewa kios per harinya Rp 40 ribu, losnya Rp 17 ribu, itu sudah include semua termasuk kebersihan, keamanan, listrik,” tuturnya.
Salah satu pedagang, Yuliati mengaku antusias menjelang pindah ke Pasar Saerah. Ia berjualan di warung angkringan area Pasar Bitingan sudah puluhan tahun, namun tidak merasa keberatan untuk pindah jika memang untuk kebaikan bersama.
“Saya di sini bayar Rp 17 ribu untuk sewa los per hari. Di Pasar Bitingan bayarnya sekitar Rp 20 ribuan per hari kalau ditotal,” bebernya.
Ia yang datang mengecek los yang akan ditempatinya, berharap agar pembeli di Pasar Saerah bisa tambah ramai ketimbang di Pasar Bitingan. Ia juga merasa tempatnya sangat nyaman dan aman saat musim hujan. (san)
Editor : Mahendra Aditya