Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Banjir Meluas di Kudus, Desa Hadiwarno hingga Kesambi Tergenang, Warga Diminta Waspada

Andika Trisna Saputra • Sabtu, 27 Desember 2025 | 06:29 WIB
Banjir akibat hujan deras, Jumat (26/12). (WARGA UNTUK RADAR KUDUS)
Banjir akibat hujan deras, Jumat (26/12). (WARGA UNTUK RADAR KUDUS)

KUDUS – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kudus sejak Jumat (26/12) sore sekitar pukul 15.00 WIB mengakibatkan sejumlah wilayah di bagian timur dan selatan terendam banjir.

Luapan sungai hingga jebolnya tanggul membuat air masuk ke permukiman warga dengan ketinggian bervariasi, bahkan mencapai dada orang dewasa di beberapa titik.

Wilayah timur Kudus menjadi kawasan terdampak paling parah.

Desa Hadiwarno, Hadipolo, dan Tanjungrejo di Kecamatan Jekulo dilaporkan mengalami banjir akibat meluapnya aliran sungai.

Debit air yang meningkat cepat menyebabkan air mengalir deras ke rumah-rumah warga, memaksa masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena hujan belum juga reda.

Di Desa Hadipolo, banjir tak hanya merendam permukiman, tetapi juga menggenangi Jalan Raya Kudus–Pati.

Luapan Sungai Jati Pasean menyebabkan genangan air setinggi sekitar 15 sentimeter di badan jalan.

Kondisi ini sempat menghambat arus lalu lintas dari dua arah, baik kendaraan dari Kudus menuju Pati maupun sebaliknya.

Selain wilayah timur, banjir juga terjadi di Desa Kesambi.

Air meluber ke lingkungan warga seiring naiknya debit sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Beberapa akses jalan desa terendam, membuat aktivitas warga terganggu.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, ketinggian air di Desa Hadipolo bahkan mencapai di atas lutut orang dewasa.

Terlihat pula sejumlah anak bermain di genangan air setinggi pinggul, sementara sampah-sampah hanyut mengikuti arus banjir.

Air banjir dilaporkan sudah masuk ke dalam rumah warga, merendam perabotan dan halaman rumah.

Hingga sore hari, warga masih berjaga-jaga di sekitar rumah masing-masing untuk mengantisipasi kemungkinan naiknya ketinggian air.

Aliran banjir yang cukup deras dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan, terutama anak-anak dan lansia.

Masyarakat berharap hujan segera reda dan air sungai surut agar banjir tidak semakin meluas.

Sementara itu, warga di daerah rawan banjir diminta tetap waspada terhadap potensi luapan susulan mengingat curah hujan yang masih tinggi. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#hujan deras #banjir #terendam banjir #musim hujan #Kudus