RADAR KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tengah menyiapkan proyek besar dengan memanfaatkan kawasan eks Matahari sebagai lokasi pembangunan Smart Hospital.
Langkah ini merupakan bagian dari program Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan RSUD dr. Loekmono Hadi.
Bupati Sam’ani menjelaskan bahwa kehadiran Smart Hospital menjadi strategi jangka panjang guna memperkuat pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.
Ia menilai fasilitas kesehatan di Kudus saat ini telah berkembang, sehingga warga tidak perlu lagi mencari layanan medis ke luar daerah.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan RSUD ini ditujukan bukan hanya bagi masyarakat Kudus, tetapi juga untuk wilayah eks-Karesidenan Pati yang masih kekurangan fasilitas rujukan berskala besar.
Saat ini, proses penyusunan desain detail (detail design) tengah dilakukan. Gedung baru tersebut direncanakan terdiri dari enam lantai.
Sam’ani optimistis proyek ini dapat terealisasi dan menjadikan Kudus sebagai pusat layanan kesehatan di tingkat regional.
Lahan eks Matahari yang sudah lama tidak termanfaatkan akan disulap menjadi kawasan terpadu.
Lantai bawah diproyeksikan sebagai area komersial, sementara lantai atas difungsikan sebagai pusat layanan kesehatan berkelas premium.
Konsep Smart Hospital ini mencakup sederet fasilitas seperti poliklinik VIP, pusat medical check-up (MCU), ruang rehabilitasi, kamar rawat inap VVIP, hotel untuk keluarga pasien, hingga area komersial seperti mall.
Semua fasilitas tersebut nantinya akan terhubung ke bangunan RSUD lama melalui jembatan penghubung.
Bupati Sam’ani menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan akan dikawal dengan standar tinggi.
Tahun 2026 menjadi tahap penting dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk memastikan mutu dan spesifikasi konstruksi sesuai ketentuan.
“Kami ingin pembangunan ini tepat mutu, tepat spesifikasi, dan tepat waktu. Tidak boleh ada kompromi,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Abdul Hakam, menuturkan bahwa pembangunan fisik hanyalah satu bagian dari transformasi yang lebih besar menuju Smart Hospital. (san)
Editor : Ali Mustofa