KUDUS - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) 2025 di Kantor Pos Kecamatan Jati, Kamis (27/11), berlangsung dengan antrean panjang sejak pagi.
Pantauan di lokasi menunjukkan warga sudah memenuhi halaman kantor pos sebelum layanan resmi dibuka pukul 08.00 WIB.
Bahkan sekitar pukul 08.00, antrean mengular hingga keluar halaman dan mencapai pinggir jalan raya.
Memasuki pukul 10.00, antrean mulai berkurang, namun kerumunan tetap memenuhi area depan kantor pos.
Suasana antrean tampak beragam.
Beberapa warga berteduh dengan berkas yang mereka bawa, sebagian lainnya mengantre sambil menggendong bayi, dan ada pula warga lanjut usia yang menggunakan tongkat.
Meskipun petugas mengatur alur pengambilan berdasarkan jadwal undangan, penumpukan tetap terjadi karena banyak penerima datang lebih awal dari waktu yang ditentukan.
Sari Wulan (36), salah satu warga, telah datang sejak pukul 07.00 dan mendapati antrean sudah mengular.
“Ini baru pertama kali dapat. Saya juga nggak tahu kenapa nama saya masuk daftar, katanya dari pemerintah pusat,” tuturnya.
Ibu rumah tangga dengan tiga anak itu mengatakan bantuan tersebut akan ia gunakan untuk kebutuhan pokok.
“Suami saya tukang bangunan. Ya memang harus menunggu begini, agak panas-panasan,” ujarnya.
Mahmudah, warga lain yang telah berhasil mencairkan bantuan, mengaku lega setelah menunggu sekitar dua jam.
Ia menerima Rp 900 ribu yang akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah, sangat membantu,” ucapnya.
Supervisor Bisnis Ritel dan Kemitraan Kantor Pos Cabang Kudus, Arga Arifriatna, menjelaskan BLTS Kesra merupakan bantuan dari Kementerian Sosial untuk masyarakat yang dinilai kurang mampu sebagai penguatan ekonomi sekaligus menjaga daya beli.
Di Kabupaten Kudus, terdapat 38.739 penerima yang tersebar di sembilan kecamatan.
Penyaluran utama berlangsung mulai Jumat (21/11) hingga Jumat (29/11), dengan kemungkinan perpanjangan bila ada instruksi resmi dari pusat.
Setiap penerima mendapatkan Rp 900 ribu untuk alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Oktober, November, dan Desember.
Arga memaparkan bahwa sebaran penerima di masing-masing kecamatan cukup bervariasi.
Kecamatan Dawe menjadi yang terbanyak dengan 6.613 penerima, disusul Gebog sebanyak 6.411 penerima serta Kaliwungu dengan 5.382 penerima.
Kecamatan Jekulo memiliki 4.869 penerima, diikuti Jati dengan 3.844 penerima dan Undaan 3.825 penerima.
Sementara itu, Kecamatan Bae tercatat memiliki 2.427 penerima, Mejobo 2.786 penerima, dan Kecamatan Kota 2.582 penerima.
Arga menyebut total penyaluran saat ini sudah mencapai sekitar 70 persen.
Ia menambahkan bahwa syarat pencairan wajib membawa KTP dan KK asli, sementara penerima yang diwakilkan harus satu KK dan membawa surat undangan serta identitas asli pengambil.
Transaksi dilakukan melalui pemindaian barcode sehingga persyaratan harus lengkap.
Untuk penerima yang sakit atau penyandang disabilitas, pihak kantor pos menyediakan layanan antar ke rumah.
Kantor Pos Kudus membuka layanan pencairan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 19.00 WIB.
Dalam sehari, petugas bisa melayani antara 700 hingga 1.000 penerima.
Namun antrean kerap padat karena adanya warga yang tidak hadir pada jadwal yang sudah ditentukan atau datang lebih awal dari waktu yang tercantum dalam undangan, sehingga menumpuk di hari berikutnya.
Arga berharap masyarakat mematuhi jadwal agar penyaluran berjalan lebih tertib dan lancar. (dik)
Editor : Mahendra Aditya