KUDUS - RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus menggelar cek kesehatan gratis di Simpang Tujuh Kudus, Minggu (23/11). Selain itu, para pasien juga memperoleh telur gratis untuk tujuan menekan stunting.
Dari pantauan di lapangan, masyarakat begitu antusias melakukan pengecekan kesehatan gratis di stand yang dibuka oleh RSUD dr. Loekmono Hadi.
Usai melakukan cek kesehatan, pasien diberikan telur gratis kepada petugas.
Sebelum memperoleh telur tersebut, pasien harus memberikan tinta pada tangannya sebagai tanda sudah menerima telur.
Masing-masing pasien memperoleh empat butir telur. Sementara dari pihak rumah sakit membagikan sebanyak 500 bungkus telur atau 2 ribu butir.
Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi, dr. Abdul Hakam menyampaikan, pemeriksaan cek kesehatan gratis dilaksanakan dalam memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Kudus. Para pasien akan diperiksa tensi tekanan darahnya.
”Pasien juga bisa mengecek gula darah, kolesterol, asam urat, dan lainnya,” katanya.
Dia menambahkan, jika pasien kedapatan memiliki tekanan darah yang tinggi, akan dilaksanakan pemeriksaan lanjutan.
Pasien bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis keliling (Speling) yang bertugas atau berobat intensif di RSUD.
Sementara pihaknya juga melakukan inovasi dengan pemberian telur gratis kepada pasien. Para pegawai RSUD Kudus melakukan iuran untuk pembelian telur tersebut.
”Masing-masing pegawai iuran membeli telur dua butir, lalu dipack dan dibagikan ke masyarakat,” katanya.
Upaya pembagian telur gratis ini untuk menekan angka stunting di masyarakat.
Pasien yang memperoleh telur tersebut diharapkan bisa diberikan kepada anggota keluarganya untuk dikonsumsi. Utamanya adalah anggota keluarga yang usianya Balita.
”Kami ingin memberikan protein yang tinggi kepada anak lewat telur. Harapan kami anggota keluarga terutama anak di bawah lima tahun bisa mengkonsumsinya,” katanya.
Sementara itu, salah satu pasien Okta warga Desa Jati mengaku sering melakukan pengecekan kesehatan.
Hal ini untuk mengetahui bagaimana kondisi tubuhnya sebulan terakhir usai beraktivitas dan efek konsumsi makanan.
”Alhamdulilah cukup baik programnya, ada pemberian telur gratis untuk menekan stunting,” katanya.
Dia berharap kegiatan tersebut bisa dilaksanakan secara rutin. Dengan begitu, kesehatan masyarakat akan lebih terpantau kondisinya dan menurunkan angka stunting. (gal)
Editor : Mahendra Aditya