KUDUS – Bagi Fitriningsih (37), guru asal Desa Samirejo, Kecamatan Dawe, memiliki perlindungan jaminan kesehatan menjadi hal yang sangat penting.
Meski dirinya jarang menggunakan layanan kesehatan, ia bersyukur karena keluarganya telah merasakan langsung manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Saya pribadi jarang sekali menggunakan Program JKN, tapi suami saya sudah pernah menggunakan beberapa kali. Waktu itu suami saya sempat sakit lambung dan harus berobat ke fasilitas kesehatan,” ujar Fitriningsih saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kudus.
Guru yang akrab disapa Fitri ini terdaftar sebagai peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN) sejak tahun 2015.
Ia menceritakan bahwa awalnya suaminya berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di wilayah Dawe karena sakit lambung yang dideritanya.
“Suami saya waktu itu sudah dua sampai tiga kali berobat di dokter keluarga. Setelah dilakukan pemeriksaan dan dirasa butuh pemeriksaan lanjutan, dokter akhirnya memberikan rujukan ke rumah sakit. Dokter memberikan beberapa pilihan rumah sakit, kami memilih RSI Sunan Kudus karena jadwalnya paling sesuai dengan kegiatan suami saya,” jelasnya.
Pelayanan di RSI Sunan Kudus, menurut Fitri, berjalan dengan baik dan cepat. Dokter melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan memberikan obat untuk perawatan lanjutan.
“Alhamdulillah di RSI pelayanannya baik, cepat direspons. Setelah beberapa kali kontrol, hasil USG terakhir menunjukkan kondisi lambungnya sudah membaik,” ungkapnya dengan senyum lega.
Kini, setelah satu tahun berlalu, suaminya sudah tidak perlu kontrol lagi. Sementara itu, Fitri sempat mendatangi kantor BPJS Kesehatan untuk memastikan lokasi faskes tempatnya terdaftar.
“Saya mau periksa ke faskes yang lama, tapi ternyata sudah tutup. Akhirnya saya langsung datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk menanyakan di mana faskes saya berada. Ternyata dipindah sementara, jadi sekalian saya memilih faskes yang lebih dekat dengan rumah,” ujarnya.
Fitriningsih mengaku sangat terbantu dengan adanya JKN karena seluruh proses administrasi dan pelayanan berjalan lancar tanpa biaya tambahan.
“Program ini sangat membantu. Semua pelayanan di rumah sakit maupun saat di kantor BPJS Kesehatan mudah dan jelas. Petugasnya ramah dan penjelasannya juga detail. Tadi saya antre nomor dua saja, tidak terlalu lama untuk menunggu dipanggil dan dilayani,” tambahnya.
Bagi Fitriningsih, pengalaman ini menjadi bukti nyata bahwa terdaftar Program JKN memberikan rasa aman dan kepastian bagi setiap keluarga. Ia juga mengapresiasi kemudahan layanan digital yang kini bisa diakses masyarakat.
“Kadang kita tidak tahu kapan sakit datang. Tapi dengan adanya JKN, paling tidak kita tidak perlu khawatir soal biaya dan pelayanan. Sekarang juga makin mudah karena bisa dicek melalui Aplikasi Mobile JKN tanpa harus datang ke kantor,” tutupnya penuh syukur. (*)
Editor : Ali Mustofa