RADAR KUDUS -SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus kembali mencatat prestasi membanggakan. Para siswa jurusan animasi berhasil terlibat dalam pengerjaan sejumlah proyek global, termasuk produksi serial internasional dan pengembangan karya orisinal Waka Kibo.
Capaian ini disebut menjadi bukti bahwa kemampuan pelajar vokasi Indonesia mampu bersaing di kancah dunia.
Kepala SMK RUS Kudus menuturkan bahwa keterlibatan siswa dalam proyek animasi luar negeri bukan hal baru. Namun tahun ini, jumlah kolaborasi meningkat signifikan karena kualitas karya pelajar makin dipercaya industri.
“Anak-anak kami tidak hanya belajar teori, tetapi benar-benar terjun dalam proses produksi profesional. Mulai dari desain karakter, animasi gerak, hingga finishing—semuanya mengikuti standar industri global,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan ini adalah hasil sinergi antara sekolah dan mitra industri kreatif internasional. Melalui sistem pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), siswa mendapatkan pengalaman bekerja layaknya animator profesional.
Dari sudut pandang sekolah, pencapaian tersebut bukan sekadar prestasi, tetapi modal besar untuk membuka pintu karier siswa.
“Kami ingin menunjukkan bahwa dari Kudus pun lahir talenta-talenta dunia. Mereka tidak kalah dari animator di kota besar atau luar negeri,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu siswa yang terlibat dalam proyek global mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru.
“Awalnya saya tidak percaya bisa ikut produksi internasional. Tapi setelah diberi kesempatan, saya semakin yakin bahwa kemampuan kami diakui. Ini jadi motivasi untuk terus berkembang,” ungkapnya.
Selain proyek internasional, SMK RUS Kudus juga tengah merampungkan Waka Kibo, animasi orisinal karya siswa yang ditargetkan dapat masuk festival dan platform nasional. Karya tersebut menjadi etalase kreativitas pelajar dalam menciptakan konten yang berkualitas dan bernilai jual.
Pihak sekolah berharap prestasi ini semakin menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan vokasi.
“Harapan kami sederhana: anak Kudus bisa mendapat masa depan cerah tanpa harus keluar kota. Industri kreatif kini tidak lagi terikat lokasi, tetapi kemampuan,” tegasnya.
Dengan dukungan berbagai mitra industri serta ekosistem kreatif yang terus tumbuh, SMK RUS Kudus optimistis dapat melahirkan lebih banyak animator profesional yang mampu menembus pasar global.
Editor : Mahendra Aditya